Joe Cole: Tak Ada Jawaban Pasti Kenapa Golden Generation Inggris Gagal di Turnamen Besar

Penulis: Sutomo  •  Senin, 27 Juli 2026 | 07:30:31 WIB
Joe Cole mengungkapkan bahwa tidak ada satu alasan pasti di balik kegagalan generasi emas Inggris di turnamen besar.

SULAWESI TENGGARA — Dalam wawancara terbaru dengan FourFourTwo, Joe Cole membuka rahasia di balik gagalnya generasi emas Inggris yang diperkuat David Beckham, Steven Gerrard, Wayne Rooney, Frank Lampard, dan Ashley Cole. Meski di atas kertas skuad era Sven-Goran Eriksson dan Fabio Capello itu penuh bintang, mereka tak pernah tembus semifinal turnamen besar — selalu terhenti di perempat final.

Tidak Ada Satu Alasan Tunggal

“Kami selalu mencari jawaban, ‘inilah alasan kenapa kami gagal’,” ujar Cole. “Tapi tak ada yang tahu. Kami punya opini, tapi hanya satu tim yang bisa juara dunia setiap empat tahun. Piala Dunia itu sulit. Satu penalti atau kartu merah wasit bisa mengubah segalanya.”

Pernyataan ini sekaligus mematahkan berbagai teori yang beredar selama dua dekade, mulai dari masalah ego pemain hingga ketidakcocokan taktik. Cole menilai semua spekulasi itu hanyalah opini tanpa bukti pasti.

Tekanan Eksternal Tak Pengaruhi Pemain

Cole mengakui beban ekspektasi publik memang besar, tapi di dalam tim justru tidak terasa. “Semua yang terjadi di luar tidak relevan buat kami. Pemain punya penutup mata sendiri. Ashley [Cole] lebih dari siapa pun bisa memblokir kebisingan luar,” katanya.

Namun, ia mengakui bahwa tekanan itu mungkin berdampak secara kolektif. “Setelah bertahun-tahun, baru terpikir: mungkin saja itu mempengaruhi pemain lain dan tim secara keseluruhan. Tapi saat bermain, saya tidak peduli sedikit pun. Saya hanya melakukan tugas, mencoba menang, lalu pulang.”

Ashley Cole, Contoh Pemain yang Tak Terganggu

Cole memuji rekan setimnya, Ashley Cole, yang mampu tampil konsisten di level tertinggi meski kerap mendapat persepsi negatif publik. “Semua hal yang terjadi padanya, bagaimana dia dipersepsikan secara salah — dia tetap keluar dan bermain di level tertinggi secara konsisten. Itu luar biasa untuk dilakukan seorang manusia.”

Kini, 20 tahun setelah puncak Golden Generation, perdebatan terus bergulir. Namun Joe Cole menegaskan, mencari satu penyebab pasti adalah pekerjaan sia-sia. “Hanya satu tim yang bisa menang. Kami bukan tim itu. Itu saja,” pungkasnya.

Reporter: Sutomo
Sumber: fourfourtwo.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top