SULAWESI TENGGARA — Dony Oskaria membantah narasi bahwa BUMN secara keseluruhan merugi. Dalam podcast Bukan Kaleng Kaleng, Kamis (11/6), ia membeberkan fakta laba konsolidasi BUMN tahun 2025 mencapai Rp335 triliun. Hanya Rp20 triliun yang tercatat sebagai kerugian di beberapa perusahaan.
"BUMN itu untung. Tahun 2025 itu (untung) Rp335 triliun. Jadi itu bohong kalau bilang BUMN secara konsolidasi rugi. Itu bohong," tegas Dony.
Menurutnya, jika perusahaan-perusahaan yang merugi ditutup atau direstrukturisasi, laba konsolidasi bisa tembus Rp355 triliun. "Untungnya belum maksimal," tambahnya.
Dony menjelaskan, kontribusi BUMN ke negara tidak hanya dari laba bersih. Pajak badan, dividen, dan pungutan lain dari perusahaan seperti Pertamina, PLN, BRI, Telkom, hingga Semen Indonesia membuat total setoran tahunan mencapai Rp600-700 triliun.
Presiden Prabowo Subianto, kata Dony, menargetkan Danantara bisa mendorong angka itu lebih besar lagi. "Makanya Presiden berharap dengan adanya Danantara ini jauh menjadi lebih besar lagi," ujarnya.
Target jangka pendeknya, kontribusi BUMN ke negara bisa menyentuh Rp800 triliun per tahun. Dony mengakui tantangannya berat, tapi optimistis tercapai lewat transformasi menyeluruh.
Danantara menyiapkan sejumlah langkah strategis. Pertama, mengurangi jumlah entitas BUMN melalui konsolidasi. Kedua, membangun peta jalan (roadmap) baru yang lebih terarah. Ketiga, memperkuat keunggulan kompetitif (competitive advantage) masing-masing perusahaan.
"Kita mengurangi dulu jumlah perusahaan kita. Kita melakukan konsolidasi dalam perusahaan kita. Kita membangun roadmap yang baru," papar Dony.
Tak hanya struktur bisnis, pengembangan sumber daya manusia juga menjadi prioritas. Danantara kini menstandarisasi kualifikasi calon direksi BUMN. Setiap kandidat wajib melewati Basic Competency Assessment sebelum ditunjuk.
"Kita mengembangkan human capital-nya. Termasuk juga kita sekarang men-standarisasi kualifikasi daripada orang yang menjadi Direktur BUMN," ungkapnya.
Dony menyebut transformasi yang dijalankan saat ini merupakan yang paling fundamental dalam sejarah pengelolaan BUMN di Indonesia. Tujuannya, meninggalkan fondasi yang kuat bagi generasi mendatang dan memastikan perusahaan negara menjadi motor pertumbuhan ekonomi menuju Indonesia maju.
"Saya sangat optimistis bahwa kita bisa melakukan ini. Dan dengan keyakinan penuh, kita akan membuat BUMN-BUMN kita menjadi lebih baik lagi. Tidak ada pilihan," pungkasnya.