SULAWESI TENGGARA — Penyanyi Dita Meychan mengakui bahwa belum ada single solonya yang benar-benar viral di industri musik Indonesia. Ia menyebut sikap idealis dan keengganan diatur sebagai penyebab utama, meski sejumlah lagu telah ia rilis. Satu lagu baru sebenarnya sudah rampung dan tinggal menunggu waktu peluncuran.
Dita Meychan mengungkap alasan di balik capaian single solonya yang belum viral. Saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, belum lama ini, ia menjelaskan bahwa dirinya sangat idealis dalam urusan bermusik dan sulit diatur.
Pengakuan itu muncul ketika Dita membahas perjalanan karier solonya. Sejumlah single telah ia keluarkan, namun belum ada yang benar-benar meledak di pasaran.
Dita menegaskan bahwa sikap idealis membuatnya enggan mengikuti arahan yang tidak sesuai dengan keinginannya. Ia bahkan menyebut dirinya "tidak karu-karuan" dalam urusan bermusik.
"Aku banyak keluar single, tapi single-ku tuh sebetulnya nggak ada yang viral karena emang aku nggak bisa diatur. Aku benar-benar idealis, nggak karu-karuan, nggak mau diatur," tegas Dita Meychan.
Pernyataan itu ia sampaikan tanpa ragu. Bagi Dita, kebebasan berkarya menjadi hal yang tidak bisa ditawar.
Sikap idealis tersebut turut memengaruhi rencana perilisan karya terbaru. Dita menyampaikan bahwa satu lagu sudah selesai dikerjakan dan tinggal diluncurkan.
"Aku ada satu lagu, udah jadi, tinggal aku launching. Cuman mood-ku untuk nampilin itu entar aja deh, tunggu," ungkapnya.
Ia juga tak ingin lagi memaksakan pola lama dalam bermusik. Dita merasa tidak perlu strategi yang terlalu terkonsep seperti yang biasa dilakukan musisi generasi sebelumnya.
"Maksudnya gimana ya, nggak benar-benar kayak orang zaman dulu yang terkonsep harus masuk segala macam. Karena buat aku sekarang pekerjaan di dunia musik itu buat aku lebih santai," paparnya.
Walau memilih jalur yang lebih santai, Dita menegaskan bahwa profesi menyanyi tetap ia jalani sebagai pekerjaan. Baginya, setiap orang punya talenta masing-masing yang pada akhirnya harus menghasilkan.
"Pekerjaan harus tetap berjalan, sebagai penyanyi ya tiap orang kan punya talentanya masing-masing, ujung-ujungnya ya cari duit ya," katanya.
Etika tetap menjadi pegangan Dita saat berkarya. Untuk urusan lagu baru, ia memilih menunggu suasana hati yang tepat sebelum meluncurkannya.
"Tapi tetap dengan etika, dan untuk masalah lagu nanti aku ada satu lagu yang akan aku launching, tapi tunggu mood-ku aja," pungkasnya.
Pernyataan Dita mencerminkan pendekatan yang berbeda dari arus utama industri musik Indonesia, yang kerap menuntut musisi mengikuti tren dan strategi rilis ketat. Ia memilih menempatkan kenyamanan berkarya di atas tekanan pasar.