SULAWESI TENGGARA — PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menyiapkan rights issue tahap III dengan menerima setoran modal non-tunai berupa 82,1 miliar saham PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) dari Danantara Asset Management (DAM). Langkah ini menindaklanjuti Rancangan Restrukturisasi Penyehatan Keuangan Garuda 2025-2029 yang sudah disetujui Menteri BUMN. Bagi pemegang saham publik, rights issue ini membuka opsi menambah kepemilikan lewat penyetoran tunai.
Jakarta — Sebanyak 82,1 miliar saham GMFI yang disetorkan DAM setara dengan 65,77 persen dari seluruh modal ditempatkan dan disetor GMFI. Angka itu membuat DAM efektif menjadi pemegang saham utama GMFI sebelum saham tersebut dialihkan ke Garuda melalui mekanisme penambahan modal.
Garuda menyampaikan rencana ini dalam keterbukaan informasi pada Kamis (5/11). Manajemen menegaskan transaksi berjalan sebagai lanjutan dari rancangan restrukturisasi yang telah mendapat restu Kementerian BUMN pada 4 Juni 2025.
Berapa Saham Baru yang Diterbitkan
Perseroan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 248,7 miliar saham baru seri E dengan nilai nominal Rp 25 per saham. Harga pelaksanaan rights issue diperkirakan berada di kisaran Rp 58 hingga Rp 68 per saham.
Harga final akan ditetapkan dan diumumkan dalam prospektus. Pemegang saham yang memperoleh hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) selain DAM tetap bisa melaksanakan haknya melalui penyetoran tunai sesuai ketentuan yang berlaku.
Pelaksanaan PMHMETD III menunggu pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tenggatnya paling lambat 12 bulan sejak persetujuan RUPSLB.
Jalan Panjang Saham GMFI Sebelum ke Garuda
Setoran saham GMFI bukan langkah tunggal. Sebelumnya, Garuda mengalihkan aset berupa lahan milik Angkasa Pura Indonesia (API) kepada GMFI. Transaksi itu mendilusi kepemilikan Garuda atas GMFI sehingga API menjadi pemegang saham mayoritas, meski Garuda tetap menjadi pengendali berdasarkan perjanjian pemegang saham.
Saham GMFI milik API kemudian dialihkan ke InJourney, lalu ke DAM melalui pembagian dividen non-tunai atau dividend in specie. RUPS API pada 26 Juni 2026 menyetujui pembagian 82,1 miliar saham seri B GMFI senilai Rp 5,66 triliun kepada InJourney.
RUPS InJourney pada 29 Juni 2026 menyetujui pembagian dividen non-tunai atas saham yang sama kepada DAM. Rangkaian pengalihan itu kini rampung, dan DAM tercatat resmi sebagai pemegang saham GMFI.
Dampak ke Ekuitas dan Sinergi MRO
Manajemen Garuda memperkirakan transaksi ini memperbaiki ekuitas tersendiri (standalone) perseroan. Penyetoran saham GMFI juga diharapkan memperkuat pengendalian dan kepentingan ekonomi Garuda atas kinerja serta nilai komersial GMFI.
Dari sisi operasional, kepemilikan yang lebih terkonsolidasi dinilai memperkuat sinergi antara bisnis penerbangan Garuda dan layanan maintenance, repair, and overhaul (MRO) yang dijalankan GMFI. "Perseroan memperkirakan bahwa Rencana Transaksi akan memberikan dampak positif terhadap kondisi keuangan Perseroan," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi.
Bagi investor, rights issue tahap III menjadi ujian kedua setelah rangkaian restrukturisasi sebelumnya. Sebab, harga pelaksanaan Rp 58–68 per saham berada jauh di atas nominal Rp 25, dan jumlah saham baru yang diterbitkan berpotensi mengubah komposisi kepemilikan secara signifikan.
Garuda menempatkan langkah ini sebagai bagian dari peta jalan penyehatan keuangan hingga 2029. Setoran saham GMFI memberi perseroan aset produktif tanpa menguras kas, sementara pemegang saham lain yang ingin menjaga porsi kepemilikan masih punya jalur lewat penyetoran tunai.