BAUBAU — Tiga personel Damkarmat Baubau dikerahkan ke lokasi begitu laporan masuk. Setibanya di pondok pesantren, petugas langsung membekuk biawak menggunakan sejumlah peralatan evakuasi.
Humas Dinas Damkarmat Baubau, Dusman, menyebut proses evakuasi berjalan mulus sejak awal. Menurut dia, tidak ada hambatan berarti saat personel menangani reptil tersebut.
"Tidak ada (kendala)," ujar Dusman kepada Kendariinfo, Rabu (28/10).
Evakuasi tuntas dalam waktu tujuh menit. Setelah biawak diamankan, para personel meninggalkan lokasi dan kembali ke markas komando (mako) pada pukul 15.49 Wita.
Biawak sepanjang kurang lebih 1 meter itu tidak dibawa ke kantor dinas. Petugas memilih melepasliarkan hewan tersebut ke habitatnya.
"Lepas liar," pungkas Dusman.
Pondok Pesantren Al-Syaikh Abdul Wahid berada di Kelurahan Bataraguru, Kecamatan Wolio, kawasan padat di jantung Kota Baubau. Toilet menjadi lokasi pertama kali reptil itu terlihat sebelum laporan diteruskan ke Damkarmat.
Tim Damkarmat Baubau menerima informasi pada pukul 15.08 Wita. Dari laporan itu, tiga personel langsung bergerak menuju lokasi dengan peralatan evakuasi.
Kejadian serupa kerap ditangani tim pemadam kebakaran di sejumlah daerah, mulai dari ular hingga biawak yang masuk permukiman. Warga diminta tidak menangani sendiri dan menghubungi layanan Damkarmat setempat.