Onic Akui Masalah Komunikasi Jadi Biang Kegagalan di FFWS SEA Fall 2026

Penulis: Yasir  •  Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:47:01 WIB
Pelatih Onic Free Fire, Ahmad Masturoh alias AFM, mengakui perbedaan pendapat Adam dan Poom di late game menjadi penyebab tim gagal meraih booyah di FFWS SEA 2026 Fall.

SULAWESI TENGGARA — Onic Free Fire mengakui perbedaan pendapat antara Adam dan Poom saat late game menjadi penyebab tim gagal meraih booyah di FFWS SEA 2026 Fall. Pelatih Ahmad Masturoh alias AFM menyebut masalah komunikasi sederhana itu membuat tim kehilangan keputusan akhir di match penentuan. Onic kini menyiapkan skema baru untuk menebus hasil tersebut di FFWS Global Finals 2026.

Perbedaan Suara Adam dan Poom di Late Game

AFM menjelaskan, masalah yang dihadapi Onic sebenarnya sederhana. Namun tim tidak memiliki keputusan akhir yang jelas ketika pertandingan memasuki fase late game.

"Itu tuh masalah simpel, tapi late decisionnya itu gak ada. Jadi kalau misalkan emang percaya Adam, yaudah Adam ke kanan. Emang percaya Poom ya udah power. Nah mereka tuh gak satu suara jadinya teriak-teriakkan, jadinya gak tau ujungnya," ujar AFM dalam acara pelepasan tim Free Fire Indonesia yang lolos FFWS Global Finals 2026, di Jakarta Selatan, Sabtu (31/10/2026).

Kedua pemain disebut saling memberi instruksi tanpa ada satu suara yang dominan. Kondisi itu membuat Onic kehilangan momentum di match terakhir yang seharusnya bisa menghasilkan booyah.

Skema Baru untuk FFWS Global Finals 2026

AFM menyiapkan perbaikan konkret jelang FFWS Global Finals 2026. Keputusan akhir di late game akan diserahkan kepada Crime dan Poom di sejumlah pertandingan.

Pembagian peran itu diharapkan menghilangkan kebingungan saat tim harus memilih rotasi atau menahan posisi. Onic tidak ingin mengulang kesalahan yang sama di turnamen tingkat global.

Para pemain mengaku sudah menjalani persiapan matang. Target mereka realistis: lolos dulu ke Grand Final sebelum membidik gelar juara.

"Persiapannya sudah pasti latihan terus ya. Dan harapannya kita lolos ke Grand Finals dulu. Nah, nanti kalau sudah lolos, insya Allah juara satu. aamiin, aamiin," kata pemain Onic.

Performa Poom dan Statusnya di Onic

Poom merupakan pemain Free Fire asal Thailand yang sebelumnya memperkuat Team Falcons. Ia pindah ke Onic untuk bermain di FFWS SEA 2026 Fall.

Menurut AFM, performa Poom dari Knockout Stage hingga Grand Final sudah sesuai ekspektasi. Meski gagal membawa tim juara, hasil yang dicapai dinilai cukup memuaskan.

Status Poom di Onic belum jelas setelah FFWS Global Finals 2026. Ada kabar ia tidak akan memperkuat Sang Landak Kuning pada periode berikutnya.

"Sebenarnya bocorannya udah ada kemarin. Dia tuh ada kemungkinan buat wajib militer di Thailand umur segitu. Tapi itu tuh kan sistemnya random di Thailand. Nah jadi kita balikin ke kebijakannya. Cuma kemarin dia sempat chat gua juga sebulan yang lalu pas di Thailand. Mamanya ngasih izin buat kalau mau lanjut karir di Indonesia," pungkas AFM.

Onic akan membawa dua agenda sekaligus ke FFWS Global Finals 2026: memperbaiki komunikasi di late game dan memastikan komposisi pemain tetap solid. Hasil di FFWS SEA 2026 Fall menjadi pelajaran bahwa masalah kecil di ruang komunikasi bisa menentukan gelar juara.

Reporter: Yasir
Sumber: inet.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top