KONAWE — Pemerintah Kabupaten Konawe bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara menggelar forum untuk menjaring investor nasional. Acara bertajuk “Konawe Investment Business Forum 2026” itu berlangsung Rabu (13/5/2026) dan dihadiri kalangan pengusaha, perbankan, serta pemangku kepentingan ekonomi lainnya.
Dalam forum tersebut, Wakil Ketua Umum Bidang Investasi Kadin Sultra, Sastra Alamsyah, mengungkapkan bahwa Kadin Indonesia berencana membawa investor ke Konawe pada bulan depan. Nilai investasi yang diproyeksikan mencapai triliunan rupiah dan akan menyasar sektor industri, infrastruktur, perhotelan, pertanian, peternakan, hingga kelautan.
Bupati Sebut Tiga Sektor Unggulan Konawe
Bupati Konawe, Yusran Akbar, yang membuka forum tersebut menegaskan bahwa investasi menjadi kunci utama pertumbuhan ekonomi daerah. Ia memaparkan tiga sektor unggulan yang menjadi kekuatan Konawe, yakni industri, pariwisata, dan pertanian.
Di sektor industri, Konawe ditopang potensi nikel serta aktivitas pabrik di Morosi dan Routa. Sementara untuk pertanian, daerah ini memiliki sekitar 40 ribu hektare lahan potensial untuk persawahan dan perkebunan, termasuk 36 ribu hektare sawah produktif.
“Konawe sangat cocok untuk pengembangan tanaman palawija seperti kedelai,” ujar Yusran dalam sambutannya.
BPR Bahtermas Siap Merger Jadi Bank Daerah Sultra
Direktur BPR Bahtermas, Ahmat, menjelaskan bahwa pihaknya tengah bersiap menjadi bagian dari Bank Daerah Sultra (BDS) pada 2027. Sesuai regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), seluruh BPR yang dibentuk gubernur dan para bupati di Sultra akan dilebur menjadi satu entitas.
Saat ini aset BPR Bahtermas hampir mencapai Rp500 miliar. Konawe menyumbang sekitar 27 persen atau Rp145 miliar, sementara penyaluran kredit di daerah itu mencapai Rp116 miliar atau sekitar 29 persen. Pasca-merger nanti, target aset Bank Daerah Sultra ditetapkan mencapai Rp1 triliun.
“Mimpi kami membangun gedung BPR di Kendari dan Konawe, termasuk kawasan Bundaran Tugu Kalosara di Konawe. Kami berharap pemerintah daerah dapat membeli saham BPR Bahtermas Konawe agar peran kami dalam menggerakkan ekonomi daerah semakin besar,” kata Ahmat.
Iklim Investasi Dinilai Kondusif, Pengusaha Mulai Masuk
Sastra Alamsyah memberikan apresiasi kepada Bupati Konawe, Yusran Akbar, atas kepemimpinannya yang dinilai mampu menciptakan iklim investasi yang kondusif. Ia menyebut sejumlah investasi sudah mulai masuk, mulai dari pabrik penggilingan beras, perumahan, hingga pabrik susu sari kedelai.
“Bahkan ada rencana pengembangan penanaman kedelai lokal di Konawe,” ujar Sastra.
Ia mendorong para pengusaha untuk membuka rekening di bank lokal, khususnya BPR Bahtermas, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi daerah. “Target utama kami adalah menciptakan kenyamanan bagi investor dari luar daerah maupun pengusaha lokal agar sama-sama berkembang di Konawe,” tegasnya.
Penanganan Banjir dan Peran Kadin sebagai Fasilitator
Dalam kesempatan itu, Yusran juga menyinggung kondisi banjir yang melanda sejumlah wilayah di Konawe. Ia memastikan penanganan dilakukan secara masif oleh tim percepatan yang dipimpin Sekda Konawe bersama BPBD dan OPD teknis terkait.
“Kepala daerah harus bersikap welcome terhadap pengusaha. Kadin diharapkan menjadi fasilitator yang mampu menghubungkan petani, UMKM, perbankan, pemerintah, hingga pasar,” pungkasnya.
Forum ditutup dengan komitmen bersama untuk menindaklanjuti rencana investasi dan penguatan sektor perbankan daerah demi mewujudkan Konawe Bersahaja.