KENDARI — Hujan deras yang mengguyur Kota Kendari sejak Sabtu (16/5) menyebabkan banjir di lima dari 11 kecamatan. Kepala BPBD Kota Kendari Cornelius Padang mengakui pihaknya masih bergerak mendata dampak genangan yang tersebar di Kecamatan Mandonga, Puuwatu, Kadia, Wuawua, dan Baruga.
"Masih dihimpun data dari kelurahan, mungkin mereka masih penanganan (banjir)," kata Cornelius saat dihubungi di Kendari, Minggu.
Warga BTN Puri Taman Berteriak Minta Tolong
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan situasi dramatis di BTN Puri Taman, Kecamatan Puuwatu. Dalam rekaman tersebut, warga terdengar berteriak histeris sambil berjalan menembus luapan air yang menerjang pemukiman mereka.
"Tolong, tolong, datang di sini," ucap seseorang dalam video tersebut.
Di lokasi lain, bantaran Kali Wanggu Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, kondisi tak kalah mencekam. Rumah warga yang sempat surut kembali terendam air bercampur lumpur. Seorang warga merekam situasi itu sambil berkata, "Di Wanggu, ini rumah warga kembali terendam ini, berlumpur."
Air Mulai Surut di Wuawua, Damkar Turun Tangan
Pantauan di Kecamatan Wuawua menunjukkan air perlahan mulai surut. Personel Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Kendari diterjunkan ke lokasi untuk membantu warga membersihkan rumah dari lumpur sisa banjir.
Cornelius Padang memastikan pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan dan bantuan bagi warga terdampak. Namun, data detail jumlah rumah dan warga yang terdampak masih dalam proses pengumpulan dari tingkat kelurahan.
"Kami masih menunggu datanya mereka kirimkan, mereka tidak mau juga salah-salah mengirim data mungkin ya. Kami masih menunggu infonya," ujar Cornelius.
Banjir ini menjadi peringatan bagi Pemerintah Kota Kendari untuk mengevaluasi sistem drainase dan mitigasi bencana di wilayah rawan genangan, terutama di bantaran sungai dan kawasan padat penduduk. Hingga berita ini diturunkan, BPBD masih bersiaga memantau perkembangan cuaca dan kondisi air di lima kecamatan terdampak.