KOLAKA — Operasi pasar murah ini menyasar Kecamatan Kolaka, Latambaga, Wundulako, Pomalaa, dan Wolo. Setiap kecamatan mendapat jatah 560 tabung LPG 3 kg. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kolaka, Abdi Arif, mengatakan kegiatan berlangsung hingga Jumat pekan ini dengan jadwal satu hari satu titik.
Syarat Pembelian Diperketat, ASN Dilarang Ambil Jatah
Pemkab Kolaka menerapkan mekanisme pembelian yang lebih ketat dibanding sebelumnya. Jika dulu cukup menunjukkan KTP dan rawan disalahgunakan, kini warga wajib membawa kartu keluarga (KK).
"Kami batasi satu KK hanya boleh membeli satu tabung. Ini murni untuk pemakaian rumah tangga, bukan untuk dijual kembali. Saya juga tegaskan, untuk aparatur sipil negara (ASN) tidak diperkenankan mengambil jatah tabung subsidi ini," ujar Abdi Arif.
Minyak Goreng Premium Juga Dibatasi, Minyakita Mulai Langka
Selain LPG, Disperindag juga mengatur pembelian minyak goreng premium maksimal dua liter per orang dengan harga Rp22.000 per liter. Pembatasan ini diberlakukan karena suplai berkurang.
Abdi Arif mengungkapkan bahwa kelangkaan Minyakita—minyak goreng program pemerintah—sudah terjadi sekitar dua bulan terakhir di Kolaka, termasuk di gudang Bulog. Penyebabnya, penghentian suplai dari pabrikan di Pulau Jawa ke wilayah Sulawesi.
"Biaya produksi dan harga kemasan plastik naik, sehingga pabrik di Jawa sementara waktu hanya melakukan drop area di wilayah Jawa saja. Saat ini, kita masih menunggu penyesuaian harga eceran tertinggi (HET) baru dari pemerintah pusat agar pasokan Minyakita bisa kembali mengalir ke daerah," jelasnya.
Bahan Pokok Lain dan Imbauan ke Ritel Modern
Dalam operasi pasar murah ini, distributor menjual barang langsung dengan harga distributor—di bawah harga eceran. Komoditas lain yang disediakan meliputi mi instan, gula, kopi, serta sayuran segar dengan harga terjangkau.
Disperindag juga mengimbau ritel-ritel modern di Kolaka ikut menjaga stabilitas dengan menerapkan pembatasan pembelian serupa. Langkah ini untuk mencegah kepanikan masyarakat atau panic buying di tengah tekanan pasokan.