SULAWESI TENGGARA — Pelaksana tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, membenarkan bahwa timnya sedang mendalami informasi tersebut. Ia tidak memerinci lebih lanjut karena proses penyidikan masih berlangsung dan materi kasus dinilai sangat sensitif.
"Tadi ada peristiwa mungkin di kegiatan yang di Senayan Park, mungkin juga ada terdapat informasi, ada pegawai BPK, itu sedang kita dalami semua," kata Taufik kepada wartawan, Rabu (10/6).
Dua Operasi Terpisah yang Masih Dihubungkan
Taufik menegaskan, OTT yang menjerat Bupati Muara Enim merupakan kegiatan tersendiri. Namun, ia tidak menutup kemungkinan adanya kaitan dengan operasi lain yang berlangsung di lokasi berbeda pada waktu yang hampir bersamaan.
"Mungkin kegiatan yang berbeda, itu yang belum kita bisa sampaikan, karena kegiatan yang di Muara Enim ini memang kegiatan tersendiri. Apakah nanti itu ada hubungannya dengan kegiatan yang terinformasi, itu nanti akan kita sampaikan berikutnya," sambung Taufik.
Fee 5 Persen dari Proyek Smart Board
Dalam OTT yang digelar bersama Kortas Tipikor itu, KPK menetapkan empat tersangka. Selain Bupati Edison, ada Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim, Abi Nurwardani (ABN); keponakan sekaligus orang kepercayaan Edison, Adi Triyadi (AD); serta Marketing PT Millenium Solusi Abadi (MSA), Cory Erin Hardi (CRH).
Edison diduga menerima fee sebesar 5 persen dari rekanan proyek. Uang itu diduga terkait pengadaan smart board di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim pada Tahun Anggaran 2025.
Pasal Berlapis untuk Para Tersangka
KPK menjerat Edison, Abi, dan Adi dengan Pasal 12 huruf a dan/atau Pasal 12 huruf b dan/atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, serta ketentuan pidana dalam KUHP baru. Sementara Cory dijerat sebagai pemberi suap berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana jo Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
KPK masih enggan membeberkan detail peran pegawai BPK yang ikut diamankan. "Pastinya tim sedang bekerja dan kita tidak mungkin melakukan pembukaan informasi-informasi ke publik, karena ini masih sangat sensitif, sehingga nanti ketika ada perkembangan, tentunya kita akan sampaikan ke teman-teman," tegas Taufik.