Pencarian

Petani Aceh Tamiang Panen Perdana Pascabanjir Bandang, 21 Rante Lahan Kembali Hijau

Sabtu, 13 Juni 2026 • 21:36:31 WIB
Petani Aceh Tamiang Panen Perdana Pascabanjir Bandang, 21 Rante Lahan Kembali Hijau
Petani Aceh Tamiang mulai panen sawi sebagai tanda pemulihan pascabanjir bandang.

SULAWESI TENGGARA — Banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang pada November 2025 tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga menimbun hamparan sawah dan ladang warga dengan endapan lumpur dan sampah. Di Kampung Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Abdul Rozzaq Mubaroq menemukan lahan 1,8 hektare miliknya rata dengan tanah. Tanaman cabai yang menjadi tumpuan nafkah keluarga lenyap dalam semalam.

"Ketika pertama kali melihat kondisi lahan setelah banjir, saya benar-benar bingung harus memulai dari mana. Namun, tatapan penuh harapan dari anak dan istri menjadi kekuatan saya untuk bangkit dari titik nol," ujar Rozzaq, Sabtu (13/6).

Belajar Mandiri hingga Restorasi Lahan

Rozzaq tidak menunggu bantuan datang. Ia menyewa traktor untuk meratakan tanah yang dipenuhi sedimen, sembari mempelajari teknik pengelolaan lahan pascabanjir dari jurnal pertanian dan video YouTube. Ia meyakini material lumpur yang mengendap masih mengandung unsur hara bagi tanaman.

Titik balik terjadi ketika Kelompok Tani Tunas Muda, tempat Rozzaq bernaung, masuk dalam Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Pertamina EP Rantau Field. Bantuan yang diterima tidak hanya berupa sarana produksi pertanian, tetapi juga ribuan bibit: 6.000 bibit cabai, 500 bibit tomat, serta aneka sayuran lainnya.

Hasil Panen Perdana dan Target Pemulihan Ekonomi

Dari total 1,8 hektare, sebanyak 21 rante lahan kini telah ditanami kembali. Komposisinya meliputi 13 rante cabai rawit, lima rante cabai merah, dan tiga rante sawi. Sawi menjadi komoditas pertama yang berhasil dipanen, menandai kembalinya aliran pendapatan bagi keluarga Rozzaq setelah enam bulan terpuruk.

"Alhamdulillah, dari total 1,8 hektare lahan, sebanyak 21 rante sudah kembali ditanami. Dukungan Pertamina EP Rantau Field sangat krusial dalam mengembalikan penghasilan keluarga kami," ungkap Rozzaq.

Manager Community Involvement Development Regional 1, Iwan Ridwan Faizal, menegaskan bahwa sektor pertanian menjadi prioritas pemulihan pascabencana karena menyangkut hajat hidup langsung masyarakat. "Pertamina hadir untuk mendukung proses pemulihan para petani di sekitar wilayah operasi. Kami berharap bantuan ini mampu mempercepat pemulihan ekonomi para penyintas banjir agar mereka dapat kembali mandiri dan sejahtera," kata Iwan.

Sinergi Ketahanan Pangan Pascabencana

Iwan menambahkan, Pertamina akan terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya untuk menjalankan program pemberdayaan yang berkelanjutan. Langkah ini sekaligus menjadi kontribusi nyata perusahaan terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.

Di hamparan Kampung Tanjung Seumantoh, hijau tanaman cabai yang mulai tumbuh subur kini bukan sekadar komoditas. Bagi Rozzaq dan petani lainnya, warna hijau itu adalah simbol kemenangan atas bencana dan harapan baru yang kembali bersemi di atas lumpur.

Bagikan
Sumber: indonesiamediacenter.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks