KENDARI — Perjalanan institusi pendidikan tinggi di bawah Yayasan Pelita Ibu memasuki fase baru. Akademi Kebidanan yang dirintis pada 2005 itu kini naik status menjadi universitas penuh setelah dua dekade berkutat di jenjang sekolah tinggi.
Rosmawati Ibrahim, yang sebelumnya memimpin STIKES Pelita Ibu, kini dipercaya mengemban amanah sebagai rektor pertama pasca alih bentuk. Dalam sambutannya, ia menyebut transformasi ini merupakan hasil kerja keras kolektif.
“Atas nama pimpinan Universitas Pelita Ibu, saya menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia yang telah menerbitkan keputusan perubahan bentuk,” ujarnya.
Dari Akademi Kebidanan ke Universitas
Yayasan Pelita Ibu berdiri pada 2005. Di tahun yang sama, mereka mendirikan Akademi Kebidanan Pelita Ibu Kendari sebagai langkah awal menghadirkan tenaga kesehatan di Sulawesi Tenggara.
Akademi itu kemudian bertransformasi menjadi STIKES Pelita Ibu pada 2019. Perubahan itu membuka ruang lebih luas untuk pengembangan tri dharma perguruan tinggi di bidang kesehatan.
Kini, setelah tujuh tahun berstatus sekolah tinggi, institusi ini resmi menyandang nama Universitas Pelita Ibu.
Visi Baru: Integrasi Kearifan Lokal Pesisir dan Kepulauan
Universitas Pelita Ibu mengusung visi menjadi universitas terdepan dan inovatif yang memperkuat nilai-nilai Pancasila. Mereka mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan kearifan lokal pesisir serta kepulauan.
Targetnya jelas: membangun sumber daya manusia berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. Fokus pengembangan tidak hanya pada ilmu kesehatan, tetapi juga kewirausahaan, hukum bisnis, manajemen, dan inovasi berbasis potensi daerah.
Rosmawati menegaskan, status baru ini bukanlah garis finis. “Transformasi ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang jauh lebih besar,” tegasnya.
Komitmen Perluas Kolaborasi
Ke depan, kampus tersebut berkomitmen memperkuat pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Universitas Pelita Ibu juga menargetkan perluasan kerja sama dengan pemerintah, dunia usaha, dunia industri, dan perguruan tinggi lain di tingkat nasional maupun internasional.
Rektor juga menyampaikan apresiasi kepada LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara yang selama ini memberikan pembinaan dan pendampingan. Menurutnya, perjalanan menuju universitas tidak akan tercapai tanpa dukungan dari berbagai pihak.
Seremoni pelantikan di Kendari itu turut dihadiri Sekretaris Yayasan Universitas Pelita Ibu, jajaran akademisi, mahasiswa, pemerintah daerah, dan mitra pendidikan.