Pencarian

Piala Dunia U-15 2026 Jadi Momentum, PSSI Mulai Petik Talenta dari Festival Grassroot di Yogyakarta

Kamis, 09 Juli 2026 • 00:50:01 WIB
Piala Dunia U-15 2026 Jadi Momentum, PSSI Mulai Petik Talenta dari Festival Grassroot di Yogyakarta
Ketua PSSI Erick Thohir membuka Festival Grassroot U-10 dan U-12 di Yogyakarta sebagai bagian pembinaan talenta muda.

SULAWESI TENGGARA — PSSI tidak menunggu lama. Begitu FIFA mengumumkan Piala Dunia U-15 edisi pertama, federasi langsung menggelar festival pembinaan usia dini di JEC Soccer Field, Yogyakarta, Rabu (8/7/2026). Ajang ini menyasar kelompok umur 10 dan 12 tahun—dua level di bawah batas usia turnamen.

Peluang Pemain U-12 Tembus Skuad U-15

Ketua PSSI Erick Thohir membuka langsung festival tersebut. Ia menegaskan pembinaan dari akar rumput bukan sekadar wacana. "PSSI percaya bahwa menciptakan pemain itu harus dari bawah," ujarnya.

Yang menarik, Erick tidak menutup kemungkinan pemain U-12 yang menunjukkan perkembangan pesat bisa langsung diproyeksikan ke tim U-15. "Enggak menutup kemungkinan ada satu atau dua pemain U-12 yang bisa bermain di U-15," kata pria yang juga menjabat Menpora RI itu.

FIFA Buka Akses Tanpa Kualifikasi untuk Edisi Perdana

Berbeda dengan Piala Dunia U-17 yang menggunakan jalur kualifikasi ketat, FIFA memberikan kesempatan merata untuk edisi perdana Piala Dunia U-15. Seluruh asosiasi anggota FIFA bisa ambil bagian tanpa harus melewati babak penyisihan regional.

Kebijakan ini menjadi momentum emas bagi Indonesia. PSSI pun bergerak lebih cepat menyiapkan stok pemain sejak usia dini, bukan hanya menunggu pemain matang di level U-17 atau U-20.

Yogyakarta Jadi Pilot Project Pembinaan Berkelanjutan

Erick memastikan program ini bukan acara seremonial. Festival Grassroot U-10 dan U-12 Piala Presiden menjadi bagian dari kompetisi berjenjang yang sudah berjalan tiga tahun terakhir, seperti Soeratin dan Pertiwi.

Jajaran Exco PSSI diterjunkan langsung untuk memantau potensi pemain. Proses pencarian bakat dilakukan secara sistematis, bukan sekadar melihat dari catatan pelatih daerah.

Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan menyambut positif dipilihnya Kota Gudeg sebagai tuan rumah. "Kegiatan ini menjadi penambah semangat agar pembinaan usia 10 tahun dan 12 tahun bisa berjalan lebih baik," tuturnya.

Model Belanda vs Indonesia: Dua Jalur Berbeda

Erick Thohir sempat menyinggung pendekatan berbeda antarnegara dalam pembinaan usia muda. Belanda, misalnya, memilih tidak memiliki tim nasional U-15. Pemain terbaik mereka langsung diproyeksikan ke kelompok U-17.

Indonesia memilih jalur sebaliknya. "Kita percaya membangun dari bawah. Tidak mungkin pembinaan hanya dilakukan dari atas, tetapi harus dimulai dari bawah," tegas Erick.

Dengan waktu tersisa kurang dari empat bulan menuju Piala Dunia U-15 di Azerbaijan, PSSI terus mematangkan skema seleksi. Festival di Yogyakarta baru langkah awal—masih ada rangkaian kompetisi usia muda lain yang akan menjadi ajang pemantauan selanjutnya.

Bagikan
Sumber: bola.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks