SULAWESI TENGGARA — Anggapan bahwa Corvette E-Ray adalah versi "lembek" dari keluarga C8 rontok begitu roda menyentuh aspal. Banyak yang mengira sistem hybrid pada mobil ini dibuat untuk irit bahan bakar atau ramah lingkungan. Kenyataannya, motor listrik 160 dk di poros depan hanya sanggup melaju tanpa bensin sejauh 6,4 kilometer. Fungsi utamanya bukan efisiensi, melainkan akselerasi brutal dan traksi ekstra.
Jantung mobil ini tetap mesin V8 6.2 liter LT2 bertenaga 495 dk yang dipasang di belakang kursi pengemudi. Ditambah motor listrik, total output mencapai 655 dk dan torsi 595 lb-ft. Mesin ini dipadukan dengan transmisi kopling ganda 8-percepatan yang menggerakkan keempat roda.
Pengujian di jalan raya membuktikan karakter mobil ini sangat jauh dari kesan "grand tourer" yang nyaman. Bahkan di mode Tour yang paling empuk sekalipun, suspensi terasa keras. Setir terasa berat dan pedal rem karbon-keramik butuh tekanan yang presisi. Ini bukan mobil untuk perjalanan lintas kota yang santai.
Setir terasa sangat presisi tanpa celah. Bobotnya memang berat di angka 1.712 kilogram untuk versi coupe, namun distribusi traksi all-wheel-drive membuatnya lincah di tikungan. Ban Michelin Pilot Sport All-Season yang dipakai tetap mampu memberikan grip yang meyakinkan meski bukan ban musim panas.
Suara mesin V8 yang menggelegar dari belakang kepala ditambah dengung halus motor listrik menciptakan simfoni yang unik. Pengemudi akan terus-menerus menengok ke spion karena suara aneh dari motor listrik terdengar seperti mobil lain di belakang.
Kabin Corvette E-Ray menggunakan material berkualitas tinggi dengan jahitan biru yang mencolok. Tata letak tombol di dasbor dinilai masuk akal. Namun, sistem infotainment General Motors tetap menjadi titik lemah — membingungkan dan kurang intuitif.
Bagi penggemar sejati, kekurangan kecil ini tidak berarti. Setiap sentuhan setir, hentakan pedal gas, dan raungan mesin langsung membuat semua keluhan sirna. Ini adalah salah satu mobil terbaik di kelasnya untuk urusan sensasi berkendara murni.
Corvette E-Ray 2026 dibanderol mulai Rp 1,94 miliar untuk varian dasar 3LZ Coupe yang diuji (harga AS: $121.545). Versi tertinggi mencapai Rp 2,3 miliar ($143.915). Perlu dicatat, model 2026 menjadi tahun terakhir produksi E-Ray. Mulai 2027, mobil ini akan berganti nama menjadi Grand Sport X dengan mesin V8 yang lebih besar dan tenaga lebih tinggi.