Pemkot Baubau Kantongi Rp30 Miliar dari Pusat untuk Bangun Irigasi dan Alsintan, Target Produksi Padi Naik 3 Kali Lipat

Penulis: Yasir  •  Senin, 22 Juni 2026 | 16:35:32 WIB
Pemkot Baubau menerima dana Rp30 miliar untuk pembangunan irigasi dan alsintan.

BAUBAU — Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dipertan) Baubau, Ibnu Wahid, mengungkapkan total bantuan yang diterima mencapai lebih dari Rp30 miliar. Ia merinci, sebagian besar dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan tujuh unit Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) senilai sekitar Rp28 miliar yang saat ini masih dalam proses lelang dan akan dikerjakan oleh badan usaha milik negara (BUMN).

Selain proyek raksasa irigasi tersebut, Pemkot Baubau juga menerima bantuan alsintan senilai Rp1,6 miliar dan anggaran sebesar Rp600 juta untuk pembangunan dam parit, irigasi perpompaan, serta jaringan irigasi air tanah. Program dengan nilai yang lebih kecil ini dikelola langsung oleh kelompok tani melalui mekanisme swakelola.

Proyek Irigasi Tersebar di Empat Kecamatan

Ibnu Wahid menjelaskan, pembangunan dua unit jaringan irigasi air tanah senilai Rp2 miliar telah berjalan di Kelurahan Kampeonaho dan Kaisabu. Sementara itu, pembangunan tujuh unit JIAT lainnya menggunakan sumur bor berkapasitas besar yang dirancang untuk menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian, terutama saat musim kemarau.

Program ini tidak hanya berhenti pada JIAT. Dipertan Baubau juga akan membangun enam titik jaringan irigasi tersier dan jaringan irigasi sekunder untuk mendukung distribusi air hingga ke areal persawahan. "Lokasi pembangunan tersebar di beberapa wilayah, yakni Kecamatan Bungi, Lea-Lea, Sorawolio, serta Kecamatan Betombari, tepatnya di Kelurahan Waborobo," tutur Ibnu Wahid, Minggu (21/6/2026).

Bagaimana Petani Mengakses Dana Bantuan?

Ibnu Wahid memastikan bahwa dana bantuan dari Kementerian langsung disalurkan ke rekening kelompok tani. Hal ini dilakukan untuk memotong birokrasi dan mempercepat realisasi program di lapangan. "Kemarin kita sudah urus di BRI untuk penyaluran dananya," ungkapnya.

Target Produksi: dari 5 Ton Menjadi 9 Ton per Hektare

Pada tahun 2025, produksi padi sawah di Baubau tercatat mencapai 12.400 ton. Namun, kondisi cuaca ekstrem yang terjadi saat masa panen diperkirakan memengaruhi hasil produksi tahun ini. Meski demikian, Dipertan Baubau optimistis ancaman El Nino yang diperkirakan terjadi pada Juni hingga Agustus dapat diantisipasi dengan bertambahnya infrastruktur irigasi yang tersedia.

Selain pembangunan sarana irigasi, Dipertan Baubau juga akan mengembangkan program penangkaran benih unggul bagi petani. Saat ini, rata-rata produksi padi di Baubau mencapai sekitar 5 ton per hektare. Dengan benih unggul tersebut, Ibnu Wahid berharap produksi dapat meningkat drastis hingga mencapai sekitar 8 hingga 9 ton per hektare.

Reporter: Yasir
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top