SULAWESI TENGGARA — Pasar mobil bekas Tanah Air mulai dipenuhi unit Toyota Avanza generasi ketiga yang harganya sudah turun signifikan. Berdasarkan pantauan di berbagai platform jual-beli, konsumen bisa membawa pulang MPV 7-seater ini dengan sisa uang Rp 190-200 juta untuk varian terendah, tergantung kondisi dan tahun produksi. Angka ini jelas lebih menarik ketimbang harga barunya yang dulu tembus Rp 230-300 juta.
Avanza generasi ketiga pertama kali meluncur di Indonesia pada November 2021. Perubahan paling fundamental ada pada sektor penggerak: Toyota resmi meninggalkan sistem Rear Wheel Drive (RWD) yang sudah dipakai sejak 2003 dan beralih ke Front Wheel Drive (FWD). Platform DNGA (Daihatsu New Global Architecture) yang diadopsi membuat lantai kabin lebih rata dan ruang kaki baris kedua terasa lapang.
Soal jantung pacu, tersedia dua opsi. Mesin 1.3L 1.329 cc bertenaga 98 PS dan torsi 121 Nm, serta mesin 1.5L 1.496 cc dengan tenaga 106 PS dan torsi 141 Nm. Keduanya merupakan 4-silinder Dual VVT-i yang dipasangkan ke transmisi manual 5-percepatan atau CVT. Dimensi mobil juga sedikit membesar: panjang 4.395 mm, lebar 1.730 mm, dan jarak sumbu roda 2.750 mm yang berkontribusi pada stabilitas berkendara.
Untuk urusan fitur, Avanza Gen 3 membawa lompatan cukup jauh. Varian tertinggi sudah mengadopsi Toyota Safety Sense (TSS) yang mencakup Pre-Collision System dan Lane Departure Alert. Fitur standar lain seperti ABS, EBD, Brake Assist, Vehicle Stability Control (VSC), dan Hill Start Assist (HSA) sudah tersedia di sebagian besar varian.
Kabin juga dibekali AC digital pada tipe tertentu, head unit layar sentuh, dan fitur Sofa Mode yang memungkinkan kursi baris kedua dan ketiga direbahkan menjadi area istirahat. Ini menjadi nilai jual utama untuk perjalanan jarak jauh bersama keluarga.
Meski banyak kelebihan, Avanza generasi ketiga bukannya tanpa catatan. Karakter transmisi CVT terasa lebih santai dan kurang responsif dibanding transmisi otomatis konvensional, terutama saat butuh akselerasi mendadak. Sebagian pemilik juga melaporkan suara ngelitik dari mesin saat bekerja berat di tanjakan.
Dari sisi handling, gejala body roll masih terasa saat bermanuver di kecepatan tinggi. Peredaman kabin juga belum maksimal — suara ban dan jalan masih cukup terdengar, terutama di permukaan aspal kasar. Traksi roda depan juga perlu diwaspadai saat melibas tanjakan licin atau ekstrem.
Dari segi nilai, varian mesin 1.5L menjadi paling direkomendasikan. Tenaga 106 PS terasa lebih mencukupi untuk muatan penuh 7 penumpang dibanding varian 1.3L. Varian tertinggi dengan TSS juga memberikan fitur keselamatan yang biasanya hanya ada di mobil segmen lebih mahal.
Sebelum memutuskan membeli, ada baiknya menggunakan jasa inspeksi profesional seperti MoInspeksi dari Moladin untuk mengecek riwayat servis, kondisi mesin, transmisi, serta riwayat tabrakan. Pastikan juga buku servis berkala terisi rapi dan tidak ada indikasi pemutaran odometer.