KENDARI — Kepala Pelaksana BPBD Sultra Laode Saifuddin menegaskan bahwa keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama di atas kepentingan ekonomi. Ia memperingatkan agar masyarakat tidak memaksakan perjalanan laut saat kondisi cuaca buruk, terutama jika BMKG telah mengeluarkan peringatan dini.
"Pemerintah sudah memberikan informasi prakiraan cuaca. Jangan setelah nekat berangkat dan diterjang ombak, baru panik dan menyalahkan pemerintah. Kuncinya ada pada kedisiplinan dan kerja sama semua pihak," kata Saifuddin di Kendari, Selasa.
BPBD Sultra secara khusus menyoroti praktik operator kapal yang kerap mengabaikan keselamatan demi keuntungan. Saifuddin meminta pengelola penyeberangan untuk menyesuaikan jadwal pelayaran dengan kapasitas kapal dan kondisi cuaca aktual.
"Memang yang namanya kapal itu bisnis. Mau ombak tinggi atau tidak tinggi, mereka tetap berangkat. Namun, kami harapkan masyarakat dan pengelola penyeberangan untuk menyesuaikan pelayaran dengan kapasitas kapal," ujarnya.
Ia menegaskan larangan menjual tiket tanpa tempat duduk atau melebihi kapasitas angkut. Jumlah alat keselamatan seperti jaket pelampung, kata Saifuddin, harus sesuai dengan data manifes penumpang.
"Kalau kapasitas kapal itu 200 atau 400 orang, ya sesuaikan dengan manifes tersebut. Jangan memaksakan penumpang melebihi kapasitas dan jangan menjual tiket nonseat," tegasnya.
Perhatian khusus juga ditujukan pada kapal rakyat yang banyak beroperasi di perairan Sultra. Menurut BPBD, sebagian besar kapal jenis ini belum memiliki izin resmi dan tidak terikat kerja sama dengan perusahaan asuransi.
"Kapal rakyat itu rata-rata tidak ada kerja sama dengan pihak asuransi dan banyak yang tidak berizin. Jika terjadi kecelakaan, masyarakat bisa mengalami kerugian besar karena tidak ada santunan," kata Saifuddin.
Kondisi ini membuat penumpang kapal rakyat sangat rentan. Jika terjadi insiden di tengah laut, mereka tidak hanya menghadapi risiko keselamatan jiwa, tetapi juga potensi kerugian materi tanpa adanya jaminan ganti rugi.
BPBD Sultra mendorong masyarakat untuk lebih proaktif mengecek prakiraan cuaca sebelum berlayar. Informasi dari BMKG bisa diakses secara real-time dan menjadi acuan utama dalam mengambil keputusan.
Selain itu, penumpang diminta memastikan kapal yang ditumpangi memiliki izin operasional yang sah dan perlengkapan keselamatan yang memadai. Jangan ragu untuk menunda perjalanan jika kondisi laut tidak bersahabat.
Saifuddin berharap meningkatnya kewaspadaan dan kepatuhan terhadap standar keselamatan pelayaran selama musim timur dapat meminimalkan risiko kecelakaan laut di wilayah Sulawesi Tenggara. "Kuncinya ada pada kedisiplinan dan kerja sama semua pihak," pungkasnya.