Kendari dan sekitarnya memang lebih dikenal dengan laut biru serta gugusan karst. Tapi siapa sangka, di balik perbukitan yang membelah daratan Sulawesi Tenggara, tersimpan puluhan air terjun yang airnya tak pernah kering meski musim kemarau. Warga lokal memang sudah lama menjadikannya tempat mandi dan piknik akhir pekan. Namun bagi perantau atau wisatawan yang baru pertama kali ke Bumi Anoa, informasi soal curug-curug ini masih tersebar dan sering tidak lengkap.
Dari pengalaman beberapa kali menjelajah jalur darat di sekitar Kendari, Kolaka, hingga Bombana, saya mencatat tujuh air terjun yang paling sering direkomendasikan oleh pemandu lokal. Bukan sekadar cantik di foto, tapi juga punya akses yang relatif ramah untuk pendatang. Tidak semua curug di sini punya fasilitas lengkap, justru di situlah letak petualangannya.
Moramo berada di Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan, sekitar 65 kilometer dari pusat Kendari. Keunikan utamanya: air terjun ini terdiri dari 60 undakan alami, bukan satu curahan vertikal. Airnya mengalir dari satu cekungan ke cekungan lain, membentuk kolam-kolam kecil di setiap undakan.
Untuk mencapai lokasi, Anda harus menyusuri jalan setapak sekitar 20-30 menit dari area parkir. Medannya cukup landai, tapi licin setelah hujan. Bawalah sandal gunung atau sepatu karet yang bisa dipakai di air. Waktu terbaik berkunjung adalah pagi hari, sekitar pukul 07.00-09.00 WITA, saat cahaya masih rendah dan suhu air tidak terlalu dingin.
Berada di Desa Tumburano, Kecamatan Angata, Konawe Selatan, curug ini masih sepi pengunjung. Tingginya sekitar 30 meter dengan debit air yang stabil sepanjang tahun. Tidak ada undakan seperti Moramo, jadi air langsung jatuh ke satu kolam besar dengan kedalaman mencapai 3-4 meter di titik terdalam.
Jalan menuju Tumburano belum diaspal penuh. Sebagian besar adalah jalan tanah berbatu yang hanya bisa dilalui motor trail atau mobil double cabin. Jika Anda membawa mobil pribadi biasa, parkir di perkampungan warga lalu lanjut jalan kaki sekitar 15 menit. Tidak ada warung permanen di lokasi, jadi siapkan bekal sendiri.
Lahumbo terletak di Kelurahan Lahumbo, Kecamatan Poasia, Kota Kendari. Lokasinya paling dekat dari pusat kota, hanya sekitar 10 kilometer. Air terjun ini memiliki dua tingkat dengan ketinggian total sekitar 20 meter. Kolam di tingkat pertama dangkal dan aman untuk anak-anak, sementara tingkat kedua lebih dalam dan deras.
Fasilitas di sini paling lengkap dibanding curug lain di Kendari. Ada toilet, tempat bilas, dan beberapa gazebo. Tiket masuk dipungut oleh pengelola setempat dengan harga yang masih wajar. Karena aksesnya mudah, Lahumbo sering penuh pada Sabtu dan Minggu. Datanglah di hari kerja jika ingin lebih tenang.
Berada di Kecamatan Rumbia, Kabupaten Bombana, curug ini punya daya tarik utama: warna airnya hijau toska alami. Debitnya tidak terlalu besar, tapi kejernihan air membuat kolam di bawahnya tampak seperti cermin raksasa. Tebing di sekitarnya ditumbuhi lumut dan pakis, menciptakan suasana hutan yang teduh.
Perjalanan dari Kendari ke Rumbia memakan waktu sekitar 4-5 jam via darat. Setelah itu, Anda masih harus menyusuri jalan perkebunan sejauh 5 kilometer. Disarankan menggunakan kendaraan roda dua atau menyewa ojek lokal di pasar Rumbia. Tidak ada sinyal seluler di area curug, jadi unduh peta offline sebelum berangkat.
Watu-watu berada di Kecamatan Kabaena Timur, Kabupaten Bombana. Nama "Watu-watu" berasal dari bebatuan besar yang menghiasi aliran sungai di sekitarnya. Air terjun ini tidak terlalu tinggi, sekitar 15 meter, tapi memiliki kolam yang luas dan nyaman untuk berenang.
Yang membedakan Watu-watu dengan curug lain adalah rute perjalanannya. Anda akan melewati kebun jambu mete milik warga sepanjang 2 kilometer. Petani setempat biasa menunjukkan jalan jika Anda bertanya. Jangan lupa membawa uang tunai, karena tidak ada ATM di Kabaena Timur.
Sampalawa terletak di Desa Sampalawa, Kecamatan Watubangga, Kabupaten Kolaka. Keunikan curug ini adalah adanya goa kecil di balik tirai air. Tebing di belakang air terjun berlubang cukup dalam sehingga Anda bisa berdiri di dalam goa dan melihat air jatuh dari dalam.
Akses menuju Sampalawa cukup menantang. Dari jalan poros Kolaka-Kendari, Anda harus masuk ke jalan desa sejauh 7 kilometer. Sebagian besar jalan menanjak dan berbatu. Motor trail sangat disarankan. Jika hujan, medan menjadi licin dan berbahaya. Cek prakiraan cuaca sebelum berangkat.
Ponggawa berada di Kecamatan Pakue, Kabupaten Kolaka Utara, di kaki Pegunungan Mekongga. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 40 meter dan merupakan yang tertinggi dalam daftar ini. Medan menuju lokasi cukup berat: trekking naik turun bukit selama 45 menit hingga 1 jam.
Karena aksesnya sulit, Ponggawa masih sangat alami. Tidak ada fasilitas sama sekali. Anda harus membawa semua perbekalan sendiri, termasuk air minum. Pemandu lokal sangat disarankan, karena jalur tidak bertanda dan mudah tersesat. Hubungi pemuda desa di Pakue sehari sebelumnya untuk mengatur pemanduan.
Kapan waktu terbaik mengunjungi air terjun di Sulawesi Tenggara?
Musim kemarau, sekitar April hingga Oktober, adalah waktu paling aman. Debit air tetap stabil, tapi jalur tidak licin dan risiko banjir bandang kecil.
Apakah semua curug ini bisa dicapai dengan mobil pribadi?
Tidak. Hanya Lahumbo dan Moramo yang aksesnya ramah untuk mobil pribadi. Tumburano, Bila, Watu-watu, Sampalawa, dan Ponggawa membutuhkan motor trail atau kendaraan 4x4.
Berapa biaya masuk ke air terjun ini?
Biaya bervariasi dan bisa berubah. Sebagian dikelola oleh kelompok sadar wisata dengan tarif sukarela, sebagian lagi oleh perorangan. Cek langsung ke lokasi atau tanya warga sekitar sebelum berangkat.
Apakah ada penginapan di dekat curug-curug ini?
Untuk Moramo dan Lahumbo, ada homestay dan losmen di sekitar. Untuk curug di Bombana dan Kolaka Utara, penginapan terdekat ada di ibu kota kabupaten, bukan di lokasi curug.
Apakah air terjun ini aman untuk anak-anak?
Lahumbo dan Moramo bagian bawah relatif aman. Sampalawa dan Ponggawa tidak direkomendasikan untuk anak kecil karena medan berat dan arus air yang deras.
Tujuh curug di atas bukan sekadar daftar destinasi. Setiap lokasi punya karakter medan dan tingkat kesulitan yang berbeda. Jangan tergoda membawa mobil sedan ke Bombana, dan jangan lupa tanya kabar cuaca sebelum ke Kolaka Utara. Nikmati airnya, jaga kebersihan, dan hargai tanah warga yang Anda lewati.