Wali Kota Kendari Siska Karina Imran Pimpin Penanaman 1.000 Pohon Cabai di Pekarangan Perkantoran untuk Tekan Inflasi

Penulis: Sutomo  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 13:44:31 WIB
Wali Kota Kendari Siska Karina Imran memimpin penanaman 1.000 pohon cabai di kompleks perkantoran Praja Dua, Jumat (21/8/2026).

Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menggerakkan penanaman serentak 1.000 pohon cabai di kompleks perkantoran Praja Dua sebagai langkah konkret mengendalikan inflasi dan memanfaatkan lahan kosong. Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, memimpin langsung aksi tersebut, Jumat (21/8/2026), dengan melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Bank Indonesia.

KENDARI — Langkah ini diambil di tengah kenaikan harga cabai yang kini menembus hampir Rp70 ribu per kilogram di pasar. Pemkot menilai gerakan ini bukan sekadar seremonial, tetapi diharapkan menjadi contoh bagi masyarakat untuk menanam kebutuhan dapur di pekarangan rumah masing-masing.

Target Panen: Tiga Hingga Empat Bulan ke Depan

Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari, Imran Ismail, menyebut ribuan bibit cabai yang ditanam dalam polybag tersebut dirawat dengan teknik pertanian sederhana. Pihaknya optimistis tanaman akan memberikan hasil optimal, sehingga panen perdana bisa dilakukan dalam waktu tiga hingga empat bulan.

"Gunanya untuk pemanfaatan pekarangan yang ada di kompleks perkantoran Praja Dua. Kita ingin meningkatkan produksi tanaman pangan dari bidang hortikultura sekaligus memberikan edukasi kepada teman-teman ASN dan seluruh masyarakat agar bisa memanfaatkan pekarangan atau tanah kosong yang ada di sekitar kita," ujar Imran di lokasi kegiatan.

Efek Berantai untuk Ekonomi Rumah Tangga

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menjelaskan gerakan ini memiliki dampak ganda bagi perekonomian warga. Selain mengurangi pengeluaran harian untuk membeli bumbu dapur, hasil panen yang melimpah juga bisa dijual untuk menambah penghasilan keluarga.

"Yang pertama bisa mengurangi pengeluaran masyarakat. Kedua, masyarakat juga bisa mendapatkan nilai tambah. Kalau menanam, hasilnya bisa dijual. Terlebih lagi, kita akan sedikit mengurangi ketergantungan terhadap daerah lain," jelas Siska di sela-sela kegiatan penanaman.

Menurutnya, jika gerakan ini meluas, ketergantungan pasokan cabai dari daerah lain akan berkurang secara signifikan. Ia berharap inisiatif ini tidak berhenti di lingkungan perkantoran, tetapi berkembang menjadi gerakan masif yang memanfaatkan setiap jengkal lahan kosong di Kota Kendari.

Pemkot Kendari Terima Bantuan Alsintan dari Menteri Pertanian

Pada kesempatan yang sama, Pemkot Kendari menerima bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) sebagai tindak lanjut atensi Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat terjadi banjir di daerah tersebut. Bantuan tahap awal yang diserahkan meliputi satu unit traktor roda empat (TR4) dan dua unit traktor roda dua (TR2).

"Ini merupakan atensi Menteri Pertanian Bapak Amran Sulaiman kemarin pada saat banjir di Kota Kendari," ungkap Imran.

Dukungan Sektor Pertanian untuk 50 Kelompok Tani

Selain alsintan, pemerintah pusat juga mengonfirmasi bantuan tambahan yang sebagian masih dalam perjalanan. Bantuan tersebut mencakup tiga unit TR4, dua unit TR2, 15 unit pompa air, serta 34 unit hand sprayer.

Dukungan sektor pertanian tidak hanya berhenti pada alat berat. Pemkot juga mendapatkan program penanaman bawang merah seluas 5 hektare serta bantuan bibit kakao untuk pengembangan lahan hingga 120 hektare. Secara keseluruhan, berbagai program bantuan tersebut menyasar sekitar 50 kelompok tani yang tersebar di Kota Kendari.

Pemkot berharap kombinasi antara bantuan sarana pertanian dan gerakan pemanfaatan pekarangan ini mampu memperkuat produksi pangan lokal, meningkatkan pendapatan petani, sekaligus menjaga stabilitas harga komoditas pangan di daerah.

Reporter: Sutomo
Sumber: kolomrakyat.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top