PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Baubau mencatat arus penumpang dari dan ke Pelabuhan Murhum mencapai 298.405 orang sepanjang Januari–Juni 2026. Jumlah ini naik tipis dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 284.220 penumpang, seiring melonjaknya harga tiket pesawat akibat kenaikan harga BBM.
BAUBAU — PT Pelni (Persero) Cabang Baubau, Sulawesi Tenggara, mencatat total 298.405 penumpang kapal dari dan ke Pelabuhan Murhum sepanjang semester pertama 2026. Angka ini terdiri atas 145.641 penumpang berangkat dan 152.764 penumpang turun.
Kepala PT Pelni Cabang Baubau, Mohamad Lutfi Israr Sutan, menyebut kenaikan ini didorong oleh dua faktor utama. Pertama, harga tiket pesawat yang ikut naik setelah penyesuaian harga BBM membuat sebagian masyarakat kelas menengah ke bawah beralih ke kapal laut.
"Banyak yang menengah ke bawah yang mungkin tadinya biasa menggunakan transportasi pesawat, sekarang menggunakan kapal laut," ujar Lutfi di Baubau, Kamis.
Faktor kedua yang mendorong peningkatan adalah masa liburan sekolah. Selain itu, berbagai kegiatan di luar kepulauan Buton atau di luar Baubau turut menambah jumlah pengguna jasa Pelni pada semester ini.
Lutfi menambahkan bahwa tren peningkatan arus penumpang ini juga terjadi secara nasional, sejalan dengan kondisi yang dialami cabang Baubau.
Seiring dengan meningkatnya jumlah penumpang, Pelni Baubau terus mendorong digitalisasi pembelian tiket. Masyarakat dapat memesan tiket melalui aplikasi Pelni Mobile, Link 162, situs web Pelni, serta kanal perbankan seperti Livin' BCA, Livin' Mandiri, dan BRImo.
Lutfi menyatakan pihaknya akan mengurangi jumlah loket pelayanan bahkan menutupnya secara bertahap. Ke depan, para agen travel akan menggunakan sistem Brilink sehingga tidak lagi terikat kontrak langsung dengan Pelni.
"Jadi dia (travel) sudah tidak lewat dengan kita lagi, artinya sudah tidak ada kontrak lagi nanti dengan kita," ungkapnya.
Langkah digitalisasi ini juga bertujuan memangkas antrean panjang di loket dan memutus praktik percaloan tiket. Pelni mengimbau calon penumpang untuk tidak membeli tiket dari orang yang tidak bertanggung jawab.
Selain itu, penumpang diminta tidak memaksakan diri naik ke atas kapal tanpa identitas atau tiket resmi. Hal itu dinilai akan merugikan penumpang itu sendiri saat proses pemeriksaan di pelabuhan.