KENDARI — Pengumuman pemenang berlangsung di Hotel Zahrah Syariah Kendari pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Acara ini turut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Hugua serta Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Konawe Selatan.
Ketua Panitia HNR Andri SH menjelaskan, tema "Dampak PHK dan Berhentinya Aktivitas PT Wijaya Nusantara (WIN) terhadap Kehidupan Masyarakat" dipilih karena persoalan ketenagakerjaan menjadi kegelisahan nyata di wilayah lingkar tambang. "Ada kegelisahan, kegundahan di tengah masyarakat lingkar tambang terkait ketenagakerjaan. Sehingga ini perlu kita dorong agar aktivitas perusahaan dapat berjalan kembali," ujarnya usai acara, didampingi Sekretaris Panitia Anca Silvansa.
Pria yang akrab disapa Uceng ini mengaku mulai belajar menulis pada 2020 dan telah menekuni profesi jurnalis selama lebih dari enam tahun. Penafaktual.com sendiri baru berdiri lebih dari tiga tahun, namun sudah menghasilkan cukup banyak karya jurnalistik.
"Saya mulai belajar menulis itu sekitar tahun 2020, dan terus belajar. Alhamdulillah dalam perlombaan ini ternyata bisa juga bersaing dengan jurnalis-jurnalis senior se-Sulawesi Tenggara," katanya.
Baginya, kompetisi ini bukan sekadar mengejar kemenangan. "Sebagai jurnalis bagaimana meningkatkan kompetensi diri agar karya jurnalistik yang kita buat lebih berkualitas," ujar Uceng.
Dalam tulisannya yang berjudul "PT WIN adalah Mata Air Kehidupan: Seruan Warga Konsel Agar Tambang Dibuka Lagi", Uceng memotret ketergantungan masyarakat terhadap keberadaan perusahaan. Pelaku UMKM, pemilik kos-kosan, dan pemilik warung banyak menggantungkan hidup pada operasional PT WIN.
Perusahaan tambang itu juga tercatat memberikan bantuan sosial berupa pembangunan masjid, jembatan, deker, jalan, hingga sumur bor bagi warga sekitar.
Kondisi berubah drastis ketika operasional PT WIN berhenti sejak akhir April 2026 dan mulai melakukan PHK pada 10 Agustus 2026. Para karyawan yang terkena PHK disebut tidak mampu lagi membayar cicilan kendaraan maupun kredit lainnya.
Lomba yang diikuti 30 jurnalis dari Kota Kendari dan berbagai kabupaten di Sultra ini menghasilkan lima pemenang terbaik:
Melalui kegiatan ini, Sahabat Pena Sultra berharap karya jurnalistik tidak hanya menjadi produk informasi, tetapi juga ruang untuk menyuarakan kondisi masyarakat dan mendorong perhatian terhadap persoalan sosial ekonomi di daerah.