SULAWESI TENGGARA — Pembentukan mata janin sudah dimulai sejak trimester pertama kehamilan, jauh sebelum ibu merasakan gerakan pertama si kecil. Dokter spesialis mata dr. Romi Yusardi, Sp.M., M.H. membagikan panduan menjaga kesehatan mata janin lewat asupan gizi seimbang dan kewaspadaan terhadap infeksi kehamilan.
Mata adalah organ yang proses pembentukannya dimulai sangat dini. Pada trimester pertama kehamilan, cikal bakal mata janin sudah mulai terbentuk. Artinya, kesehatan mata anak bukan hanya urusan setelah lahir, tetapi sudah menjadi tanggung jawab ibu sejak awal kehamilan.
Hal ini disampaikan dr. Romi Yusardi, Sp.M., M.H. dalam dialog program Generasi Sehat di Programa 1 dan kanal YouTube RRI Bukittinggi. Menurutnya, ibu hamil perlu menjaga asupan nutrisi sekaligus mewaspadai berbagai risiko penyakit infeksi yang bisa mengganggu pertumbuhan mata janin.
Proses pembentukan mata dimulai pada trimester awal kehamilan. Pada fase ini, struktur dasar mata mulai terbentuk, sehingga gangguan yang terjadi di periode tersebut bisa berdampak jangka panjang.
Karena itu, dr. Romi mengingatkan ibu hamil untuk tidak menganggap enteng keluhan kesehatan apa pun di trimester pertama. Demam yang muncul, misalnya, bisa jadi pertanda infeksi yang berisiko terhadap pertumbuhan mata janin.
Beberapa penyakit infeksi pada kehamilan dapat menyebabkan kerusakan mata atau membuat mata gagal bertumbuh. Dua di antaranya yang disebut dr. Romi adalah rubela dan toksoplasma.
"Beberapa penyakit ada penyakit-penyakit yang bisa menyebabkan kerusakan pada mata atau gagal mata bertumbuh, contohnya infeksi pada kehamilan seperti rubela misalnya toksoplasma," jelas dr. Romi.
Kewaspadaan terhadap infeksi ini menjadi kunci. Jangan menunda konsultasi ke tenaga medis jika ibu mengalami gejala yang mencurigakan, terutama di trimester pertama.
Gizi seimbang memegang peran besar dalam pertumbuhan mata janin. Ibu hamil disarankan mengonsumsi makanan bergizi agar kelengkapan dan pertumbuhan mata anak bisa optimal.
Selain makanan, pemberian vitamin rutin oleh tenaga medis turut mendukung pembentukan organ penglihatan. Vitamin A memang salah satunya, tetapi dr. Romi menegaskan kebutuhan nutrisi tidak berhenti di situ.
"Salah satunya vitamin A memang, tapi bukan hanya vitamin A, banyak semua," ujarnya.
Pemeriksaan kehamilan secara teratur menjadi langkah preventif utama bagi keselamatan janin. Ibu yang sehat selama kehamilan memiliki peluang lebih besar melahirkan anak dengan mata yang sehat.
Jangan lewatkan jadwal kontrol, meski merasa kondisi sedang baik-baik saja. Deteksi dini terhadap infeksi atau kekurangan nutrisi bisa mencegah dampak yang lebih serius pada pertumbuhan mata janin.
Segera konsultasikan ke dokter jika ibu hamil mengalami demam, ruam, atau keluhan yang tidak biasa, terutama pada trimester pertama. Riwayat infeksi rubela atau toksoplasma juga perlu disampaikan terbuka kepada tenaga medis.
Ibu dengan kondisi kesehatan tertentu atau yang sedang mengonsumsi obat rutin sebaiknya berkonsultasi sebelum menambah suplemen apa pun, termasuk vitamin A dalam dosis tinggi.
Menjaga kesehatan mata janin dimulai dari langkah sederhana: makan bergizi seimbang, penuhi vitamin sesuai anjuran tenaga medis, dan rutin periksa kehamilan. Dengan begitu, ibu memberi fondasi terbaik bagi penglihatan anak sejak hari-hari pertama kehidupannya.