SULAWESI TENGGARA — Massimo Meregalli mengakui Yamaha MotoGP memiliki masalah struktural yang telah disorot Valentino Rossi satu dekade lalu, namun baru ditangani serius sekarang. Pengakuan Direktur Tim Yamaha itu muncul di tengah ketegangan hubungan dengan Fabio Quartararo, yang sempat frustrasi dengan lambatnya pengembangan motor. Quartararo dan Yamaha sendiri sudah menggelar pertemuan tertutup untuk meredam situasi.
Direktur Tim Yamaha MotoGP Massimo Meregalli buka suara soal akar masalah yang membuat pabrikan Iwata itu tertinggal dari kompetitor. Dalam pernyataannya yang dikutip Motorsport Magazine, Meregalli menyebut persoalan struktural di timnya bukan hal baru. Valentino Rossi sudah menyoroti hal serupa sekitar 10 tahun silam.
Masalah Lama yang Tertutupi Performa Quartararo
Meregalli menjelaskan bahwa kelemahan Yamaha selama ini tersamarkan oleh penampilan gemilang Fabio Quartararo. Pebalap Prancis itu disebutnya mampu menutupi kekurangan motor dengan kemampuan pribadinya.
"Masalah-masalah yang mulai kami alami dari tahun ke tahun 'tertutupi' oleh dirinya dan kemampuannya," aku Meregalli.
Kondisi itu juga dialami pebalap Yamaha lainnya. Namun berkat performa Quartararo, persoalan tersebut tidak terlihat ke permukaan. Lambat laun situasi ini justru berbalik menjadi bumerang bagi Yamaha sendiri.
Pengakuan Meregalli soal Sorotan Rossi
Meregalli secara terbuka mengakui bahwa peringatan Rossi dulu tidak ditindaklanjuti dengan benar. Yamaha memilih bertahan dengan kondisi yang ada karena saat itu masih punya pebalap terbaik dan motor yang kompetitif.
"Kami memiliki beberapa masalah (struktural) dan Valentino telah menyorotinya 10 tahun lalu, tetapi entah bagaimana kami tetap mempertahankannya. Baiklah kami memiliki pebalap terbaik dan motornya berfungsi dengan baik, dan mungkin tim lain saat itu tidak sebaik sekarang. Semua ini memungkinkan kami bertahan tapi tidak berkembang," kata Meregalli.
Pilihan untuk bertahan tanpa pembenahan itu membuat Yamaha jalan di tempat. Sementara pabrikan lain bergerak cepat melakukan adaptasi teknologi dan performa.
Ducati Bergerak Cepat, Yamaha Baru Bereaksi
Meregalli mencontohkan Ducati sebagai pabrikan yang paling agresif meningkatkan performa dan teknologi ke level tinggi. Pabrikan Eropa lain juga disebutnya aktif dan cepat bereaksi terhadap perubahan regulasi maupun kebutuhan pengembangan motor.
"Ducati benar-benar telah meningkatkan performa dan teknologinya ke level yang tinggi dan pabrikan Eropa lain juga sangat aktif serta cepat bereaksi. Bagi kami situasinya berbeda, tetapi kini kami telah memperkuat tim dengan tenaga ahli dari pabrikan lain dan terus meningkatkan pengetahuan kami. Kini kami benar-benar bergerak maju, tetapi pabrikan lain tidak akan menunggu," pungkasnya.
Langkah pembenahan Yamaha kini dilakukan dengan mendatangkan tenaga ahli dari pabrikan lain. Upaya itu berjalan bersamaan dengan proses adaptasi Quartararo terhadap motor Yamaha bermesin V4.
Ketegangan Quartararo dan Pertemuan Tertutup di Misano
Ketegangan antara Quartararo dan Yamaha sempat memanas sejak awal 2026. Pebalap Prancis itu berulang kali melontarkan kekecewaan soal siklus pengembangan motor yang berlarut-larut. Ia bahkan menyebut timnya belum berada di posisi cepat saat seri pembuka di Thailand.
Rumor kepindahan Quartararo ke Honda untuk musim 2027-2028 turut memperkeruh situasi. Hubungan keduanya sempat dianggap berada di titik terendah sebelum akhirnya duduk bersama.
Pekan lalu di Misano, Quartararo mengakui telah menggelar pertemuan tertutup dengan Yamaha setelah Grand Prix Aragon. Pertemuan itu disebut sebagai upaya meredam ketegangan kedua pihak.
"Saya rasa karena frustasi kami mengucapkan hal-hal yang mungkin tidak tepat. Kami mengadakan pertemuan dan semuanya sudah diselesaikan," ucap Quartararo dilansir Motorsport Magazine.
Quartararo sendiri merupakan bintang besar Yamaha setelah kepergian Rossi, Jorge Lorenzo, dan Maverick Vinales. Debutnya di Sepang bersama Yamaha langsung mengejutkan banyak pihak. Sejak balapan pembuka musim 2021 di Qatar, ia meniti jalannya sebagai pebalap unggulan pabrikan Garpu Tala.