SULAWESI TENGGARA — Perum Bulog menyiapkan pasokan beras premium hingga 75 ribu ton per bulan ke sejumlah jaringan ritel modern di kota-kota besar. Langkah penguatan distribusi diambil setelah pemerintah menemukan dugaan kecurangan pelabelan beras fortifikasi yang tidak sesuai standar. Stok cadangan beras pemerintah per 18 September 2026 tercatat 4,6 juta ton, jadi modal utama menjaga pasokan nasional.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, meminta Perum Bulog mengoptimalkan penyaluran stok beras premium ke jaringan ritel modern. Permintaan disampaikan menyusul temuan dugaan perubahan produk dari beras premium menjadi beras fortifikasi yang tidak sesuai label.
Amran menegaskan ketersediaan beras premium harus dipastikan menjangkau masyarakat di semua segmen pasar. Pemerintah tidak ingin ada kelangkaan di tingkat konsumen, terutama setelah pengawasan pasar menemukan sejumlah produk yang diduga tidak memenuhi ketentuan mutu.
"Tidak boleh tidak ada kata lain kecuali memenuhi kebutuhan masyarakat. Beras premium kami minta Bulog optimalkan suplai ke toko-toko ritel modern," kata Amran, dikutip dari Antara, Senin (21/9/2026).
Bapanas mencatat stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog per 18 September 2026 mencapai sekitar 4,6 juta ton. Sepanjang tahun berjalan hingga pertengahan September, penyaluran CBP sudah mencapai sekitar 2,3 juta ton.
Angka itu menjadi modal pemerintah menjaga ketersediaan beras nasional sekaligus memperkuat intervensi pasar ketika terjadi tekanan harga maupun gangguan distribusi. Pemerintah juga tengah memproses penambahan kuantum program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras sebesar satu juta ton, diarahkan ke wilayah dengan kebutuhan tinggi.
Penguatan pasokan berjalan seiring pengawasan peredaran beras di pasar. Pemerintah menemukan dugaan kecurangan pelabelan yang kemudian ditindaklanjuti melalui pemeriksaan laboratorium oleh empat laboratorium kredibel.
"Ternyata ada dugaan (kecurangan beras) beralih dari premium ke fortifikasi. Katanya fortifikasi, setelah kita cek di lab, ada empat lab kredibel, kita cek ternyata tidak sesuai dengan labelnya," ujar Amran.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan pihaknya terus memperkuat ketersediaan beras premium di pasar konsumen. Distribusi diarahkan agar masyarakat di kota besar dan wilayah perkotaan bisa memperoleh beras premium dengan mudah.
Bulog menyiapkan pasokan beras premium hingga 75 ribu ton per bulan untuk sejumlah jaringan ritel modern. Alokasi itu disalurkan antara lain melalui PT Indomarco Prismatama, PT Megah Daya, PT Inti Cakrawala Citra, PT Sumber Alfaria Trijaya, PT Lion Super Indo, PT Swalayan Sukses Abadi, PT Matahari Putra Prima, PT Tip Top Supermarket, PT Midi Utama Indonesia, dan PT Hero Retail Nusantara.
"Penyaluran ini diarahkan untuk memastikan masyarakat di berbagai kota besar dan wilayah perkotaan dapat memperoleh beras premium dengan mudah," kata Rizal dikonfirmasi di Jakarta.
Distribusi beras premium Bulog sudah menjangkau Jakarta, Makassar, Surabaya, Sidoarjo, Bojonegoro, Semarang, Klaten, Solo, Salatiga, Bandung, Karawang, Subang, dan Kupang. Bulog berencana terus memperluas pasokan ke berbagai kota lain di seluruh Indonesia.
Rizal menuturkan penguatan pasokan melalui ritel modern merupakan bagian dari strategi Bulog memperluas akses masyarakat terhadap beras premium. Kanal distribusi ini dinilai penting, terutama di wilayah dengan tingkat konsumsi tinggi.
"Kami ingin memastikan masyarakat, khususnya di wilayah perkotaan, memiliki akses yang mudah terhadap beras premium. Karena itu, Bulog terus memperkuat distribusi melalui jaringan ritel modern yang tersebar di berbagai kota," kata Rizal.
Pemerintah memastikan penguatan pasokan beras premium tidak mengesampingkan ketersediaan beras medium dan SPHP. Distribusi ketiga jenis beras itu dijalankan bersamaan agar kebutuhan masyarakat di berbagai lapisan tetap terpenuhi.
Langkah Bulog menggenjot pasokan ke ritel modern menjadi ujian bagi pemerintah menjaga stabilitas pangan di tengah temuan kecurangan pelabelan. Dengan stok CBP 4,6 juta ton dan tambahan kuantum SPHP satu juta ton, ruang intervensi pasar masih terbuka lebar hingga akhir tahun.