Piton 7,22 Meter di Maros Pecahkan Rekor Ular Liar Terpanjang

Penulis: Fajar  •  Senin, 21 September 2026 | 14:20:01 WIB
Piton batik betina bernama "Ibu Baron" di Maros, Sulawesi, terukur sepanjang 7,22 meter dan berbobot 96,5 kilogram.

SULAWESI TENGGARA — Seekor piton batik betina di pedalaman Maros, Sulawesi, resmi terukur sepanjang 7,22 meter dan memecahkan rekor ular liar terpanjang yang pernah divalidasi Guinness World Records. Ular bernama "Ibu Baron" itu memiliki bobot 96,5 kilogram dan kini dirawat konservasionis lokal Budi Purwanto. Penemuan ini membuka diskusi soal menyusutnya habitat piton dan meningkatnya konflik dengan warga.

Piton batik (sanca kembang) betina yang ditemukan di pedalaman Maros, Sulawesi, tercatat sepanjang 7,22 meter. Angka itu menjadikannya ular liar terpanjang yang pernah divalidasi secara ilmiah. Jika tubuhnya direntangkan melintasi gawang sepak bola, panjangnya nyaris menutupi seluruh gawang dari tiang ke tiang.

Bobotnya tak kalah mencengangkan: 96,5 kilogram, setara panda raksasa dewasa. Ular ini belum lama makan, sehingga beratnya berpotensi melewati 100 kilogram usai santapan besar.

Dari Penyelamatan ke Rekor Dunia

Ular yang kini dikenal sebagai "Ibu Baron" diselamatkan Budi Purwanto pada Desember 2025. Konservasionis lokal itu bergerak cepat setelah warga menemukan reptil tersebut. Ia dibantu pemandu satwa liar sekaligus pawang ular Diaz Nugraha dan fotografer alam Radu Frentiu.

Nugraha, penyelamat berpengalaman dari Kalimantan, dan Frentiu yang berbasis di Bali, menempuh perjalanan jauh ke Sulawesi. Keduanya ingin melihat langsung ular raksasa itu sekaligus mendokumentasikan ukurannya secara cermat untuk kepentingan sains.

Purwanto kemudian membangun tempat perlindungan sederhana di lahannya. Fasilitas itu menjadi suaka bagi piton yang berisiko bentrok dengan manusia, sekaligus menekan bahaya bagi warga maupun ularnya sendiri.

Mengapa Ukurannya Bisa Lebih Panjang Lagi

Para ahli mengetahui satu hal penting: di bawah pengaruh anestesi, tubuh ular yang benar-benar rileks dapat memanjang setidaknya 10% dari ukuran normal. Artinya, Ibu Baron berpotensi mencapai sekitar 7,9 meter.

Pengujian itu tidak dilakukan. Alasannya, ada risiko medis dan pertanyaan etis seputar pembiusan hewan. Guinness World Records yang meninjau bukti pengukuran tetap mempertahankan angka 7,22 meter sebagai catatan resmi.

Tekanan Habitat dan Konflik dengan Warga

Piton berukuran kolosal kerap dipandang sebagai ancaman bagi ternak dan manusia. Sejumlah korban jiwa pernah jatuh akibat serangan ular semacam ini. Warga di banyak daerah biasanya langsung membunuh ular besar begitu melihatnya, dan berburu piton untuk konsumsi daging juga lumrah terjadi.

Nugraha menilai kemunculan piton di permukiman berkaitan erat dengan menyusutnya hutan dan menurunnya populasi mangsa alami seperti babi rusa dan anoa. Perburuan liar memperparah kondisi itu. Perdagangan hewan eksotis ilegal menambah tekanan tersendiri.

"Kemunculan meningkat karena habitat menyusut dan ketersediaan makanan alami mereka berkurang, yang berarti piton lebih sering bersinggungan dengan manusia dibandingkan di masa lalu," jelas Nugraha.

Posisi Ibu Baron di Antara Rekor Ular Dunia

Piton jaring mendominasi daftar ular hidup terpanjang di dunia. Sebagian besar ular dewasa tumbuh antara 3 hingga 6 meter, dengan ukuran terbesar umumnya didominasi betina. Hanya anaconda hijau Amerika Selatan yang mampu mengungguli piton dalam hal massa tubuh.

Anaconda betina umumnya berbobot 30 hingga 70 kilogram, tetapi spesimen raksasa bisa menembus 300 kilogram. Karena itu, Guinness mengakui anaconda hijau sebagai ular terberat, meski panjangnya jarang menyamai piton jaring.

Sebelum Ibu Baron terdokumentasi, rekor piton jaring liar terpanjang yang diukur ilmiah dipegang seekor betina di Kalimantan Timur pada Agustus 1999. Ular itu terukur 6,95 meter dan dilaporkan menelan seekor beruang madu.

Laporan sejarah soal ular yang lebih panjang sebenarnya banyak beredar, tetapi bukti fisiknya sulit ditemukan. Catatan tahun 1912 dari Sulawesi mendeskripsikan piton jaring yang diklaim sepanjang 10 meter. Penampakan tahun 2016 di Penang, Malaysia, sempat masuk pemberitaan dengan perkiraan panjang 7,5 hingga 7,9 meter, namun pengukuran resmi tak pernah tercatat sebelum ular itu mati.

Peluang Spesimen Lebih Besar

Nugraha meyakini ular-ular kolosal yang ditemukan sejauh ini mungkin baru permulaan. Menurutnya, sangat realistis memperkirakan ada ular sepanjang 9 meter atau lebih di suatu tempat, kemungkinan besar di Indonesia, jika bukan anaconda di Amazon.

Nugraha, Frentiu, dan Purwanto berharap kisah Ibu Baron meningkatkan kesadaran publik soal ancaman yang dihadapi ular raksasa. Mereka mendorong perlindungan hukum yang lebih kuat, pelestarian habitat, dan pendidikan lingkungan bagi masyarakat sekitar.

Reporter: Fajar
Sumber: inet.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top