BGN Investigasi Penyebab 57 Pelajar Kendari Alami Keluhan Usai Santap MBG, Sampel Dikirim ke Labkesda

Penulis: Saiful  •  Senin, 21 September 2026 | 14:42:31 WIB
BGN menyelidiki penyebab keluhan kesehatan 57 pelajar di Kendari usai menyantap MBG.

Badan Gizi Nasional (BGN) menyelidiki penyebab pasti 57 pelajar di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, yang mengalami keluhan kesehatan usai menyantap makan bergizi gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Watubangga Baruga. Investigasi mencakup seluruh rantai proses, mulai dari pengadaan bahan pangan, penyimpanan, pengolahan, hingga distribusi makanan ke penerima manfaat. Sampel makanan yang didistribusikan pada Jumat (18/9) telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Sultra untuk uji lebih lanjut.

KENDARI — Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kendari, Mulyadi, menyatakan investigasi dan evaluasi menyeluruh dilakukan untuk mencari penyebab kelalaian dalam pelayanan makan bergizi yang tidak sesuai standar operasional prosedur (SOP) dari BGN. Pihaknya menelusuri setiap tahap, mulai dari penerimaan bahan baku hingga makanan sampai ke tangan pelajar.

"Sampel makanan juga telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang," kata Mulyadi saat dihubungi di Kendari, Minggu.

Sampel Dikirim ke Labkesda dan BPOM Turun ke Lokasi

Sampel makanan yang didistribusikan kepada para pelajar pada Jumat (18/9) sudah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Sultra. Petugas Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) juga turun mengambil sampel langsung di SPPG Watubangga Baruga.

"Saat ini sedang dilakukan uji laboratorium sampel makanan guna mengetahui penyebab utama kejadian itu," ucap Mulyadi.

Hasil uji laboratorium itu menjadi kunci untuk memastikan apakah keluhan 57 pelajar berasal dari kontaminasi bahan pangan, kesalahan pengolahan, atau faktor lain di luar dapur SPPG.

BGN Minta Seluruh SPPG di Sultra Perketat Pengawasan Pangan

Untuk mencegah kejadian serupa di tempat lain, BGN meminta seluruh SPPG se-Sulawesi Tenggara memperketat pengawasan standar keamanan pangan. Pengetatan mencakup kualitas bahan pangan sebelum diolah dan didistribusikan ke penerima manfaat.

BGN juga meminta setiap SPPG konsisten menerapkan pelayanan makanan sesuai SOP yang ditetapkan, tanpa menambah ataupun mengurangi ketentuan dari badan gizi tersebut.

Pemkot Kendari Siap Koordinasi Pengawasan Bahan Pangan

Kadis Ketahanan Pangan sekaligus Sekretaris Satgas MBG Kota Kendari, Abdul Rauf, menambahkan pihaknya selalu siap berkoordinasi dengan SPPG dalam menjalankan pengawasan pangan untuk program pemerintah. Pengawasan itu mencakup kelayakan bahan pangan seperti kualitas beras, sayuran, daging, dan ikan sebelum didistribusikan ke SPPG.

"Yang pasti pemkot selalu meminta koordinasi dengan SPPG kalau ada pangan yang tidak layak dan kami meminta semua dilakukan sesuai SOP dari BGN," ujar Rauf.

Abdul Rauf mengapresiasi kesigapan semua pihak, dari petugas medis, aparat TNI-Polri, hingga SPPG, setelah para pelajar mengalami keluhan kesehatan usai menyantap MBG.

Menunggu Hasil Uji Laboratorium

Sejauh ini belum ada keterangan resmi soal jenis keluhan yang dialami 57 pelajar maupun kondisi terkini mereka. Penyebab pasti kejadian masih menunggu hasil uji laboratorium atas sampel makanan yang telah diamankan.

Kasus ini menjadi perhatian karena MBG menyasar pelajar sebagai penerima manfaat utama. Standar keamanan pangan di setiap SPPG menjadi titik krusial agar program tersebut tidak menimbulkan risiko kesehatan di kemudian hari.

Reporter: Saiful
Sumber: sultra.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top