KENDARI — Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menutup rangkaian kunjungan kerjanya di Sulawesi Tenggara dengan mendatangi SMP Negeri 15 Kota Kendari, Jumat (17/1/2025). Dalam kunjungan itu, ia menghadiri penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan meninjau langsung hasil revitalisasi sarana pendidikan yang telah direalisasikan pada 2025.
Tiga Syarat Sekolah Penerima Bantuan Revitalisasi
Fajar menjelaskan, tidak semua sekolah bisa mengajukan bantuan revitalisasi. Pemerintah menetapkan tiga kriteria ketat yang harus dipenuhi.
“Sekolah yang bisa memperoleh bantuan revitalisasi harus mengalami kerusakan berat, terdampak bencana, atau berada di wilayah 3T—tertinggal, terdepan, dan terluar—termasuk daerah pesisir,” ujarnya.
Ia menegaskan, kebijakan ini bagian dari komitmen pemerintah memastikan seluruh anak Indonesia mendapat layanan pendidikan layak melalui pemerataan pembangunan sarana dan prasarana.
Toilet Sekolah Diperiksa Langsung, Hasilnya Cukup Baik
Wamendikdasmen tidak hanya berdialog dengan siswa dan guru. Ia juga mengecek langsung kondisi fasilitas yang telah direhabilitasi, termasuk toilet sekolah.
“Tadi saya juga melihat hasil revitalisasi ruang kelas, ada toilet juga, bahkan saya sudah mencoba toiletnya. Alhamdulillah kondisinya cukup baik,” katanya.
Fajar berpesan agar seluruh warga sekolah menjaga kebersihan dan merawat fasilitas yang telah dibangun. Menurutnya, membangun sekolah memang tidak mudah, tetapi merawatnya merupakan tantangan yang jauh lebih besar.
Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Jadi Fondasi Karakter
Dalam kesempatan itu, Fajar juga menyampaikan pesan kepada peserta didik yang mengikuti MPLS, termasuk siswa kelas VIII dan IX. Ia menekankan pentingnya membudayakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
“Saya menyampaikan kepada anak-anak agar membudayakan tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman,” ungkapnya.
Ia meminta kepala sekolah dan para guru menjadikan sekolah sebagai rumah kedua bagi siswa. Dengan lingkungan belajar yang nyaman, siswa diharapkan tumbuh dan berkembang secara optimal.
Budaya ASRI dan Program Sertifikasi Guru
Salah satu materi dalam MPLS adalah membangun budaya ASRI—Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah menanamkan budaya hidup sehat, bersih, tertib, dan disiplin sejak dini.
Sehari sebelumnya, Fajar melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Wakatobi. Di wilayah kepulauan itu, ia mengunjungi sejumlah sekolah, termasuk sekolah yang mayoritas siswanya berasal dari Suku Bajo, untuk memastikan bantuan revitalisasi dan program peningkatan kesejahteraan guru berjalan baik.
Pemerintah juga terus mempercepat pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru (PPG) sebagai bagian dari program percepatan sertifikasi guru. Guru yang telah mengikuti PPG berhak memperoleh tunjangan profesi yang ditransfer langsung ke rekening masing-masing.