IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Tuan Rumah Workshop Kopertais Wilayah VIII, 4 Kampus Ikut serta

Penulis: Fajar  •  Senin, 26 Oktober 2026 | 16:46:31 WIB
Workshop Penulisan Manuskrip Artikel Jurnal Sinta 2 digelar di Kendari pada 23–25 Oktober 2026.

KENDARI — Workshop Batch 6 Penulisan Manuskrip Artikel Jurnal Berstandar Sinta 2 berlangsung selama tiga hari, 23–25 Oktober 2026, di Sahid Azizah Syariah Hotel. Kopertais Wilayah VIII Sulawesi, Maluku, dan Papua menggandeng IAI Rawa Aopa Konawe Selatan sebagai mitra penyelenggara. Kegiatan ini menyasar dosen perguruan tinggi keagamaan Islam, khususnya di Sulawesi Tenggara.

Sejumlah kampus mengirimkan pesertanya. Selain IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, ada Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) Jannatu Adnin Kendari, STAI Wakatobi, STAI Syarif Muhammad Raha di Kabupaten Muna, dan Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Al-Syaikh Abdul Wahid Baubau.

Empat Kampus yang Terlibat dalam Workshop

Kehadiran dosen dari empat kampus itu memperlihatkan minat institusi keagamaan Islam di Sulawesi Tenggara terhadap standar publikasi ilmiah. Peserta dibekali materi penyusunan manuskrip yang memenuhi syarat jurnal nasional terakreditasi.

Mereka diharapkan mampu menghasilkan karya ilmiah berkualitas, memperkuat metodologi penelitian, serta membuka peluang publikasi pada jurnal sesuai bidang keilmuan masing-masing.

Mengapa Sinta 2 Jadi Target

Sekretaris Kopertais Wilayah VIII Nur Taufik Baco menyebut publikasi ilmiah sebagai salah satu unsur penting pengembangan mutu perguruan tinggi. Dosen tidak hanya dituntut mengajar, tetapi juga menghasilkan penelitian bermutu dan memublikasikannya.

"Kami menyampaikan apresiasi kepada IAI Rawa Aopa Konawe Selatan yang telah bekerja sama dalam penyelenggaraan Workshop Batch 6 ini. Apresiasi juga kami sampaikan kepada seluruh dosen yang telah berpartisipasi dan menunjukkan komitmen untuk terus belajar serta meningkatkan kualitas penulisan artikel ilmiah," ujar Nur Taufik Baco, Minggu (25/10/2026).

Ia berharap kegiatan tidak berhenti pada penyampaian materi. Targetnya, lahir manuskrip yang siap diajukan ke jurnal terakreditasi.

Menurut Nur Taufik, capaian Sinta 2 perlu diiringi kesungguhan menjaga kualitas penelitian. Yang ditekankan: ketepatan metodologi, kebaruan kajian, kekuatan analisis, dan kepatuhan pada etika publikasi ilmiah.

"Harapan kami, setelah mengikuti workshop ini, para dosen dapat menghasilkan artikel yang tidak hanya memenuhi persyaratan teknis penulisan, tetapi juga memiliki kualitas substansi yang baik. Dengan demikian, publikasi ilmiah dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan mutu dan reputasi perguruan tinggi," tegasnya.

Dorongan Yayasan agar Dosen Produktif Meneliti

Ketua Yayasan Pendidikan dan Perguruan Tinggi Al Asri Mardan menyambut baik workshop tersebut. Menurutnya, peningkatan kompetensi dosen dalam penelitian dan publikasi ilmiah bagian penting dari penguatan kualitas pendidikan tinggi.

"Yayasan Pendidikan dan Perguruan Tinggi Al Asri menyambut baik pelaksanaan workshop ini. Kami berharap kegiatan tersebut menjadi momentum bagi para dosen untuk semakin produktif dalam melakukan penelitian, meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, serta membangun kolaborasi akademik antarperguruan tinggi," ujar Mardan.

Ia menilai target publikasi jurnal terakreditasi semestinya tidak dipandang sebagai pemenuhan kewajiban administratif semata. Lebih dari itu, dorongan menghasilkan penelitian orisinal, relevan, dan bermanfaat bagi masyarakat.

"Perguruan tinggi harus terus membangun tradisi akademik yang berorientasi pada kualitas. Melalui penelitian yang baik dan publikasi yang bermutu, dosen dapat berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus memberikan solusi terhadap berbagai persoalan di tengah masyarakat," tambahnya.

Mardan berharap kerja sama Kopertais Wilayah VIII dengan perguruan tinggi di wilayah koordinasinya terus dikembangkan. Bentuknya bisa program peningkatan kapasitas dosen, penelitian kolaboratif, hingga kegiatan akademik yang berdampak bagi institusi.

Harapan Rektor IAI Rawa Aopa

Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Basrin Melamba menyampaikan apresiasi kepada Kopertais Wilayah VIII Sulawesi, Maluku, dan Papua atas kepercayaan dan kerja sama dalam penyelenggaraan workshop. Pelaksanaan kegiatan di Kendari menempatkan kampus di Konawe Selatan sebagai simpul penguatan budaya riset di kawasan tersebut.

Reporter: Fajar
Sumber: lingkarsultra.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top