Warga Baubau Diteror dan Diancam Sebar Data Pribadi Usai Open Donasi Operasi Anak

Penulis: Yasir  •  Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:46:31 WIB
Ishaq menunjukkan riwayat percakapan terkait donasi operasi anaknya yang berujung pada teror dan ancaman penyebaran data pribadi.

BAUBAU — Ishaq menuturkan, gangguan bermula dari komunikasi soal donasi untuk buah hatinya. Tengah malam, seseorang menelepon dan menyatakan dana sudah dikirim ke nomor rekening Bank Mandiri yang terdaftar atas namanya. Ishaq sempat percaya dan langsung memeriksa rekening.

"Awal mulanya dari donasi untuk anakku. Tengah malam ditelepon katanya dana sudah ditransfer ke nomor rekening Mandiri yang atas nama Ishaq. Saya pun dengan senang hati percaya, setelah dicek ternyata tidak ada dana yang masuk di nomor rekening itu," kata Ishaq kepada telisik melalui sambungan telepon, Selasa (27/10/2026).

Tagihan Dana yang Tak Pernah Masuk Rekening

Tak lama berselang, orang yang sama menghubungi Ishaq lagi. Kali ini ia diminta mengembalikan sebagian dana yang diklaim telah dikirim, dengan alasan terjadi kesalahan transfer.

Ishaq menolak permintaan itu. Ia bersikeras tidak pernah menerima uang sepeser pun ke rekeningnya, sehingga tidak ada yang bisa dikembalikan.

Penolakan tersebut memicu tekanan lanjutan. Ishaq mengaku diancam dan diteror, termasuk ancaman penyebaran data pribadinya bila tidak menuruti permintaan pengembalian dana.

Ancaman Sebar Data Pribadi Jadi Senjata Menekan Korban

Pola yang menimpa Ishaq mirip modus penipuan bermodal data pribadi. Pelaku memakai nomor rekening yang sudah diketahui, lalu membalik posisi korban seolah menjadi pihak yang berutang.

Ancaman penyebaran data pribadi dipakai untuk menekan korban agar menuruti permintaan. Cara ini efektif karena menyentuh rasa aman korban dan keluarganya, bukan sekadar soal uang.

Kasus ini juga menyoroti celah pengamanan data warga. Nomor rekening, nama, dan alamat Ishaq disebut pelaku secara spesifik, hal yang seharusnya tidak diketahui orang luar.

Warga Diminta Waspadai Klaim Transfer Palsu

Ishaq membuka donasi karena kebutuhan biaya operasi anaknya. Niat baik itu justru dimanfaatkan pihak lain untuk menekan keluarganya.

Pengalaman Ishaq menjadi peringatan bagi warga Baubau dan Sulawesi Tenggara yang menggalang bantuan lewat rekening pribadi. Klaim transfer perlu diverifikasi langsung ke mutasi rekening, bukan sekadar percaya pada pesan atau telepon.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari kepolisian soal penanganan kasus yang menimpa Ishaq. Warga yang mengalami tekanan serupa disarankan menyimpan bukti komunikasi dan melapor ke pihak berwenang.

Reporter: Yasir
Sumber: telisik.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top