KENDARI — General Manager PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, menyebut tantangan proyek kelistrikan tidak berhenti pada pekerjaan teknis. Aspek sosial, sengketa pertanahan, dan koordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan di daerah menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersamaan dengan pembangunan fisik.
Aditya menegaskan bahwa PLN bertanggung jawab memastikan infrastruktur kelistrikan selesai sesuai rencana dan memberi manfaat bagi warga. Namun, ia mengakui hambatan nonteknis kerap memperlambat progres di lapangan.
"PLN memiliki tanggung jawab untuk memastikan pembangunan infrastruktur kelistrikan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Dalam pelaksanaannya tentu ada berbagai tantangan yang perlu diselesaikan bersama," ujar Aditya dalam keterangan persnya, Jumat.
Karena itu, komunikasi dan koordinasi dengan BINDA Sultra dinilai penting. Sinergi ini diarahkan pada percepatan penyelesaian persoalan yang menyangkut sejumlah proyek PLN, sekaligus mengantisipasi potensi hambatan yang bisa memengaruhi jadwal pembangunan.
KABINDA Sultra Marsma TNI Heroe Hermawan menyatakan dukungan penuh terhadap upaya PLN membangun infrastruktur ketenagalistrikan di wilayah tersebut. Ia menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi intensif agar persoalan di lapangan bisa segera ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat.
Audiensi tersebut juga membahas progres pembangunan proyek yang sedang berjalan. Pertemuan menjadi momentum bagi PLN memperkuat koordinasi antarunit dalam mendukung keandalan sistem kelistrikan di Sulawesi Tenggara.
Keterlibatan sejumlah unit PLN mencerminkan perlunya keterpaduan antara pembangunan infrastruktur, pengelolaan sistem transmisi, dan pelayanan kepada masyarakat. Unit yang terlibat meliputi:
Dengan pengawalan dari BINDA Sultra, PLN berharap persoalan pertanahan dan sosial yang selama ini menjadi hambatan dapat diselesaikan lebih cepat. Targetnya, proyek-proyek vital kelistrikan di Sulawesi Tenggara rampung sesuai jadwal dan keandalan pasokan listrik bagi warga tetap terjaga.