PT Vale Indonesia Buka Prakualifikasi Vendor untuk Rantai Pasok IGP Pomalaa, Libatkan 9 Asosiasi Usaha di Kolaka

Penulis: Fajar  •  Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:16:31 WIB
Sosialisasi prakualifikasi vendor IGP Pomalaa diikuti perwakilan sembilan asosiasi usaha di Kolaka.

KOLAKA — Sosialisasi tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya bersama pengurus asosiasi pengusaha. Kali ini Vale Indonesia memperluas penyampaian informasi dengan melibatkan langsung anggota dari sembilan asosiasi agar ketentuan prakualifikasi dipahami merata.

Dalam forum itu, perusahaan memaparkan mekanisme prakualifikasi secara menyeluruh. Mulai dari persyaratan administrasi, legalitas, kapabilitas teknis, hingga aspek keselamatan kerja. Penyampaian informasi yang seragam diharapkan membantu pelaku usaha menyiapkan dokumen sejak tahap awal.

Apa Saja yang Harus Dipenuhi Calon Vendor IGP Pomalaa

Vale Indonesia menjelaskan bahwa prakualifikasi adalah tahapan awal dalam proses pengadaan. Vendor yang lolos persyaratan akan memiliki kesempatan mengikuti tender sesuai kebutuhan proyek dan ketentuan yang berlaku.

Namun perusahaan menegaskan kelulusan prakualifikasi tidak serta-merta menjamin perolehan kontrak pekerjaan. Setiap proses pengadaan tetap mempertimbangkan kebutuhan bisnis, ruang lingkup pekerjaan, kemampuan teknis, aspek keselamatan, penawaran komersial, serta prinsip tata kelola yang berlaku.

Alasan Vale Indonesia Libatkan Pelaku Usaha Lokal

Head of Pomalaa Project Vale Indonesia, Mohammad Rifai, mengatakan penguatan kapasitas dan kesiapan pelaku usaha lokal merupakan bagian dari komitmen perusahaan. Tujuannya memastikan manfaat ekonomi proyek dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat sekitar wilayah operasi.

"Kami ingin memastikan pelaku usaha lokal memiliki akses terhadap informasi yang sama dan kesempatan yang setara untuk berpartisipasi dalam rantai pasok IGP Pomalaa. Melalui proses yang transparan dan terukur, kami berharap semakin banyak perusahaan lokal yang mampu memenuhi standar yang dipersyaratkan dan tumbuh bersama perkembangan proyek ini," kata Rifai.

Menurut Rifai, keterlibatan vendor lokal tidak hanya mendukung pelaksanaan proyek. Perusahaan juga ingin membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan dan berdaya saing di Kabupaten Kolaka.

"Pengembangan kapasitas vendor lokal merupakan investasi jangka panjang. Kami ingin mendorong terciptanya pelaku usaha yang semakin profesional, kompetitif, serta mampu memenuhi aspek keselamatan, kualitas, dan tata kelola yang menjadi standar dalam operasional Vale Indonesia," ujarnya.

Pengusaha Bumi Mekongga: Momentum Siapkan Diri dan Legalitas

Ketua Asosiasi Pengusaha Bumi Mekongga (APBM) sekaligus Direktur PT Putra Mekongga Utama, Madi, mengapresiasi sosialisasi tersebut. Menurutnya, forum itu memberi kejelasan kepada pengusaha lokal soal mekanisme masuk dalam rantai pengadaan IGP Pomalaa.

Madi menilai prakualifikasi menjadi momentum bagi pelaku usaha lokal meningkatkan kesiapan, legalitas, dan profesionalisme perusahaan sebelum mengikuti tender.

"Kami mengapresiasi pelaksanaan prakualifikasi ini. Momentum tersebut memberikan kesempatan kepada kontraktor lokal untuk mempersiapkan diri dan berkompetisi secara sehat melalui proses yang adil dan terbuka," ujar Madi.

Ia berharap komunikasi dan sinergi antara Vale Indonesia, asosiasi, dan pelaku usaha lokal terus diperkuat. Menurutnya, iklim usaha yang kondusif akan memberi kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kolaka.

Harapan Kontraktor Pomalaa: Pendampingan Lanjutan

Apresiasi serupa disampaikan anggota Asosiasi Kontraktor Jasa Pertambangan Pomalaa (ASKOJAPP) sekaligus Direktur PT Bija, Alfian. Ia menilai sosialisasi prakualifikasi memberikan arahan yang lebih jelas dan terukur bagi pengusaha daerah yang ingin menjadi vendor Vale Indonesia.

"Inisiatif Vale Indonesia menggelar sosialisasi dan prakualifikasi vendor lokal patut diapresiasi. Selain membuka akses terhadap peluang usaha, kegiatan ini memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai persyaratan dan tahapan untuk menjadi vendor," kata Alfian.

Alfian berharap sosialisasi dilanjutkan dengan pendampingan dan peningkatan kapasitas. Tujuannya agar semakin banyak perusahaan lokal mampu memenuhi persyaratan pengadaan.

"Kami berharap Vale Indonesia dapat terus memberikan pendampingan kepada pengusaha dan asosiasi lokal sehingga semakin banyak perusahaan daerah yang siap mengikuti proses pengadaan secara profesional dan kompetitif," ujarnya.

Siapa Vale Indonesia

PT Vale Indonesia Tbk adalah perusahaan pertambangan dan pengolahan nikel terintegrasi yang telah beroperasi di Indonesia selama 58 tahun atau sejak 1968. Perusahaan ini merupakan bagian dari Grup MIND ID.

Reporter: Fajar
Sumber: kolomrakyat.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top