Declan Rice Jadi Motor Arsenal, dari Ballon d'Or ke Kontrak Anyar

Penulis: Sutomo  •  Senin, 02 November 2026 | 16:48:01 WIB
Gelandang Arsenal Declan Rice mengirim umpan yang berujung gol Kai Havertz saat melawan Liverpool di Anfield.

SULAWESI TENGGARA — Declan Rice tampil sebagai pembeda saat Arsenal menang di Anfield, mempertegas statusnya sebagai pemain paling penting di skuad Mikel Arteta. Gelandang 27 tahun itu baru saja mencatatkan lima assist musim ini dan menjadi kandidat utama perpanjangan kontrak jangka panjang.

Di laga bertensi tinggi melawan Liverpool, Rice kembali membuktikan kualitasnya. Ia melepas overlap cepat dan umpan silang yang berujung gol Kai Havertz, lalu konsisten memberi perlawanan mobilitas saat Liverpool menekan.

Kontribusi itu bukan kebetulan. Sepanjang musim, Rice menjelma gelandang box-to-box yang makin agresif menyerang, merespons dorongan Arteta sejak pramusim.

Dari Nomor 6 ke Nomor 8, Peran Rice Bergeser

Rice kini bermain sebagai nomor 6 yang makin sering naik jadi nomor 8. Sentuhan kakinya yang cepat dipakai melewati Florian Wirtz, kaki kanannya mengirim umpan gol ke Havertz, dan kaki kirinya melepas pass panjang ke sisi lapangan.

Ia dua kali menutup ruang Bradley Barcola dan sempat mempermainkan Ronald Araujo sebelum mengirim bola ke Noni Madueke. Fleksibilitas itu yang membuatnya sulit digantikan.

Arteta Tak Berani Menarik Rice dari Lapangan

Rice menyelesaikan 90 menit penuh saat menang atas Liverpool, imbang kontra Bayern Munich di Allianz Arena, menang di Napoli, mengalahkan Leeds United di kandang, dan menang di Nottingham Forest. Ia hanya absen lima menit saat menang di Aston Villa.

Rekor menit bermain itu memunculkan kekhawatiran soal beban berlebih. Musim lalu Rice sempat mengalami nyeri saraf di hamstring, dan ia mendapat jeda tiga pekan saat menarik diri dari agenda timnas Inggris.

Ballon d'Or dan Pengakuan yang Belum Datang

Di Ballon d'Or tahun Piala Dunia, Rice hanya menempati peringkat 15 sebagai pemain Arsenal tertinggi. Padahal Arsenal juara Premier League, finalis Liga Champions, dan diperkuat delapan pemain semifinalis Piala Dunia serta tiga pemain Spanyol yang menjuarainya.

Jurnalis Henry Winter mengaku sengaja memberi suara untuk Rice di posisi ke-10. Menurutnya, Rice layak dinobatkan sebagai Footballer of the Year versi penulis, meski penghargaan itu akhirnya jatuh ke Bruno Fernandes dari Manchester United.

Winter menilai Rice memenuhi tiga kriteria Ballon d'Or: performa individu, prestasi kolektif, dan kualitas sebagai panutan. "Rice tidak melakukan diving," tulis Winter dalam kolomnya.

Kontrak Baru dan Warisan Vieira

Arsenal tengah berupaya mengikat Rice dengan kontrak paling signifikan dalam kariernya, mencakup tahun-tahun puncak usianya. Pujian tertinggi untuknya adalah bahwa ia makin tampak sebagai pewaris alami Patrick Vieira, kapten tim Invincibles 2003/04.

Dengan Bukayo Saka yang masih berjuang menjaga kebugaran, Rice kini tak terbantahkan sebagai pemain terpenting Arsenal. Ia juga digadang-gadang menjadi penerus Martin Odegaard sebagai kapten.

Timnas Inggris Menanti, Klub Berharap Rice Diistirahatkan

Thomas Tuchel kemungkinan memanggil Rice untuk laga Nations League melawan Kroasia di Wembley dan melawan Spanyol di Metropolitano, Madrid. Inggris hanya butuh keajaiban matematis, yakni kalah 8-0 dari Kroasia, untuk gagal lolos ke perempat final.

Rice selalu ingin membela Inggris. Dengan 80 caps, ia kini sejajar dengan Gary Lineker di peringkat 22 daftar penampilan terbanyak sepanjang masa. Jika tampil di dua laga itu, ia akan menyalip Rio Ferdinand dan menyamai Raheem Sterling di posisi 20 besar.

Sejumlah manajer klub tentu berharap pemainnya diistirahatkan. Percakapan itu urusan Tuchel dan Arteta. Rice sendiri punya begitu banyak hal untuk ditawarkan, baik untuk klub maupun negaranya.

Reporter: Sutomo
Sumber: fourfourtwo.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top