KENDARI — Pelantikan KPU-M dan BAWASRA UHO 2026 digelar di Ruang Rapat Senat UHO dan dipimpin langsung Rektor Prof. Takdir Saili. Kedua lembaga itu memikul tugas berbeda dalam satu rangkaian Pemira: KPU-M menyiapkan dan menjalankan tahapan pemilihan, BAWASRA mengawasi agar prosesnya tetap sesuai aturan.
Rektor menyebut pembentukan penyelenggara Pemira bukan sekadar agenda rutin organisasi kemahasiswaan. Menurutnya, proses pemilihan menjadi ruang belajar demokrasi bagi mahasiswa UHO.
KPU-M bertanggung jawab memastikan seluruh tahapan Pemira berjalan baik, dari persiapan, pelaksanaan, hingga penetapan hasil pemilihan. BAWASRA mengemban fungsi pengawasan terhadap jalannya proses agar tetap sesuai aturan dan menjunjung prinsip demokrasi.
Prof. Takdir meminta seluruh pengurus yang dilantik menjalankan amanah secara profesional dan independen. Ia menempatkan integritas penyelenggara sebagai salah satu kunci utama membangun kepercayaan mahasiswa terhadap hasil Pemira.
Dalam sambutannya, Rektor menekankan bahwa Pemira bukan hanya ajang pergantian kepemimpinan organisasi kemahasiswaan. Proses itu juga menjadi sarana pembelajaran politik dan demokrasi bagi mahasiswa.
"Pemilihan raya mahasiswa bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan organisasi kemahasiswaan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran politik dan demokrasi bagi mahasiswa," ujar Prof. Takdir.
Melalui Pemira, mahasiswa mendapat kesempatan belajar tentang kepemimpinan, menyampaikan aspirasi, menghargai perbedaan pilihan, serta memahami pentingnya partisipasi dalam pengambilan keputusan. Rektor berharap ajang itu tidak berhenti pada terpilihnya pemimpin baru organisasi kemahasiswaan.
Ia mendorong lahirnya generasi muda dengan kesadaran demokrasi, sikap kritis, dan tanggung jawab terhadap lingkungan sekitarnya.
UHO terus mendorong terciptanya iklim akademik dan kemahasiswaan yang kondusif, partisipatif, serta demokratis. Komitmen itu disebut sebagai bagian dari upaya mewujudkan UHO yang unggul, berdaya saing, dan berdampak.
Dengan dilantiknya KPU-M dan BAWASRA Tahun 2026, seluruh tahapan Pemira UHO diharapkan berlangsung tertib, transparan, dan demokratis. Keberhasilan Pemira dinilai bukan hanya dari terlaksananya proses pemilihan.
Ukuran lain yang tak kalah penting: kemampuan Pemira menghadirkan pemimpin mahasiswa yang memiliki legitimasi, dipercaya, dan mampu memperjuangkan aspirasi seluruh mahasiswa UHO.