KENDARI — Penurunan titik panas di Sulawesi Tenggara terpantau merata di sejumlah kabupaten, dengan data terbaru BMKG yang diakses Kendariinfo pada Rabu (4/11/2026) menunjukkan 146 titik berkategori tingkat kepercayaan menengah. Angka itu jauh di bawah pemantauan 19 Oktober 2026 yang mencapai 356 titik.
Pada periode sebelumnya, sebanyak 26 titik berstatus kepercayaan rendah, 289 titik menengah, dan 41 titik tinggi. Kini seluruh titik yang tersisa berada pada kategori menengah.
Kabupaten Konawe masih memimpin dengan 67 titik panas, berkurang 18 titik dari pemantauan sebelumnya. Kabupaten Konawe Utara menempati urutan kedua dengan 16 titik.
Kolaka dan Konawe Selatan masing-masing mencatat 12 titik. Bombana dan Kolaka Utara sama-sama 10 titik, sedangkan Kolaka Timur dan Buton masing-masing 7 titik.
Kota Kendari terdeteksi 3 titik panas. Kabupaten Buton Utara dan Muna masing-masing 1 titik.
Kota Baubau, Kabupaten Buton Selatan, Buton Tengah, Konawe Kepulauan, Muna Barat, dan Wakatobi tidak ditemukan titik panas pada pemantauan terbaru. Enam wilayah itu bersih dari deteksi sensor BMKG.
Sebaran yang mengecil ini berbeda dari kondisi 19 Oktober 2026. Saat itu Konawe memimpin, disusul Konawe Selatan 62 titik, Bombana 44 titik, dan Kolaka Timur 42 titik.
BMKG membagi titik panas dalam tiga kategori kepercayaan: rendah, menengah, dan tinggi. Seluruh 146 titik di Sultra saat ini masuk kategori menengah, artinya indikasi panas terdeteksi sensor namun belum tentu menjadi kebakaran lahan yang terkonfirmasi.
Pemantauan titik panas menjadi rujukan awal pemerintah daerah dan BPBD dalam mengantisipasi karhutla. Data terbaru menunjukkan tekanan titik panas di Sultra melandai dibanding dua pekan sebelumnya.