Penjualan LCGC 2026 Turun 7-11 Persen, ACC Sebut Bukan Karena Kredit Macet

Penulis: Sutomo  •  Rabu, 04 November 2026 | 19:16:31 WIB
Penjualan LCGC turun 7-11 persen pada 2026, ACC memastikan penurunan bukan akibat kredit macet.

SULAWESI TENGGARA — Penjualan segmen Low Cost Green Car (LCGC) di Indonesia turun 7 hingga 11 persen pada 2026, namun Astra Credit Companies (ACC) memastikan penurunan itu bukan akibat pengetatan pembiayaan. Lembaga pembiayaan menilai konsumen LCGC mulai beralih ke kelas kendaraan lebih tinggi, sementara kriteria underwriting tetap tidak berubah. Pergeseran ini muncul saat pasar otomotif nasional justru tumbuh pada kuartal ketiga dan keempat 2026.

Co-Project Director Astra Auto Fest 2026 sekaligus Chief Marketing & Sales Officer ACC, Tan Chian Hok, menyampaikan hal itu dalam Media Meet Up Astra Auto Fest 2026 di Plaza Senayan, Jakarta, Rabu (4/11/2026). Menurut dia, angka penjualan LCGC yang anjlok tidak berkaitan dengan lonjakan kredit macet maupun aturan pembiayaan yang lebih ketat.

Pergeseran Konsumen ke Kelas Kendaraan Lebih Tinggi

Tan Chian Hok menjelaskan, sebagian konsumen segmen LCGC mulai naik kelas ke unit yang lebih tinggi. Fenomena itu dibaca sebagai pergeseran pasar, bukan melemahnya minat beli terhadap mobil murah.

"Jika kita melihat penjualan LCGC yang anjlok 7 hingga 11 persen, ini sebenarnya bukan disebabkan oleh faktor pembiayaan, melainkan kemungkinan adanya pergeseran (shifting) dari pasar otomotif. Ada kemungkinan terjadi peralihan konsumen dari unit-unit LCGC naik ke kelas yang lebih tinggi," ujar Tan Chian Hok.

Kriteria Underwriting ACC dan TAF Tidak Berubah

ACC dan Toyota Astra Finance (TAF) menegaskan tidak mengubah kriteria penilaian risiko untuk pembiayaan LCGC. Ketentuan yang berlaku tetap sama seperti sebelumnya.

"Pada prinsipnya, kami tidak mengubah kriteria underwriting untuk LCGC, ketentuannya tetap sama. Baik dari pihak ACC maupun Toyota Astra Finance, kami tetap memberikan dukungan penuh karena kami ingin mewujudkan better living bagi masyarakat yang membeli kendaraan. Jika ditanya apakah ketentuan kami menjadi lebih ketat (strict), jawabannya tidak," tambah Tan Chian Hok.

Pasar Otomotif 2026 Justru Tumbuh di Kuartal III-IV

Project Director Astra Auto Fest 2026 sekaligus Chief Marketing Auto2000, Yagimin, menilai pasar otomotif secara keseluruhan pada 2026 tetap tumbuh positif. Peningkatan terutama terlihat memasuki kuartal ketiga dan keempat.

Tekanan daya beli tetap ada, tetapi konsumen kini lebih rasional memilih kendaraan. Total biaya kepemilikan atau total ownership cost menjadi pertimbangan utama, bukan sekadar harga beli.

"Mengenai alasan mengapa penjualan segmen LCGC mengalami penurunan, kita tidak menampik memang ada tekanan terhadap daya beli masyarakat. Namun, jika kita melihat pasar otomotif secara keseluruhan pada 2026 ini, sebenarnya justru mengalami peningkatan. Hanya saja terjadi pergeseran tren (shifting), khususnya terkait nilai transaksi atau ticket size," jelas Yagimin.

Konsumen Medium-Up Mulai Menahan Diri

Yagimin memaparkan, konsumen yang semula mengincar mobil segmen medium-up kini cenderung menahan diri. Mereka beralih ke opsi yang lebih terjangkau dan efisien.

"Konsumen yang sebelumnya cenderung berencana membeli mobil segmen medium-up kini mulai menahan diri dan lebih mempertimbangkan kendaraan dengan harga yang lebih terjangkau. Jadi, masyarakat sebenarnya tetap membutuhkan kendaraan, namun faktor utama yang kini menjadi pertimbangan mereka adalah total ownership cost," ujarnya.

Dengan pola itu, penurunan LCGC tidak serta-merta mencerminkan lesunya pasar otomotif nasional. Perubahan lebih tepat dibaca sebagai pergeseran komposisi transaksi, dari volume unit murah ke nilai transaksi yang lebih tinggi di kelas atasnya.

Reporter: Sutomo
Sumber: ekonomi.republika.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top