KONAWE SELATAN — Penjajakan kerja sama itu berlangsung di kantor PT Surya Aviesta di Jalan Kartajaya Indah Timur, Surabaya, Rabu (3/6/2026). Bupati Irham Kalenggo hadir bersama rombongan yang terdiri dari perwakilan Kementerian Pertanian, akademisi IPB University, Ketua TP PKK, Sekretaris Daerah, Direktur Perumda, dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Konsel.
Mengapa Pemkab Konsel Memilih Perusahaan Ini?
PT Surya Aviesta bukan pemain baru di bisnis sarang burung walet. Perusahaan lintas generasi yang kini dikelola oleh generasi keempat ini tercatat sebagai salah satu pelopor ekspor langsung sarang burung walet (SBW) ke China sejak 2014. Mereka telah mengantongi nomor registrasi resmi CNCA 005, izin yang dikeluarkan otoritas China untuk memastikan keamanan dan kualitas produk impor.
“Perusahaan ini sangat menjaga standar mutu produk,” kata Irham Kalenggo dalam keterangan yang diterima redaksi.
Petani Walet di Konsel Diminta Berbenah
Bupati mengakui bahwa kualitas sarang burung walet menjadi syarat mutlak agar komoditas asal Konsel bisa diserap oleh mitra eksportir. Ia mengimbau seluruh petani walet di daerahnya untuk mulai memperbaiki teknik panen dan pengolahan pasca-panen.
“Saya mengajak kepada seluruh petani walet di Konsel untuk terus memperbaiki kualitas sarang waletnya. Semoga kunjungan dan kerja sama ini membawa manfaat besar bagi masyarakat Konawe Selatan,” ujarnya.
Potensi Pasar Global dan Target Hilirisasi
Ekspansi pasar PT Surya Aviesta saat ini tengah merambah kuat ke Hongkong dan Tiongkok. Perusahaan itu juga diandalkan dalam program hilirisasi nasional untuk mengoptimalkan potensi komoditas ekspor bernilai triliunan rupiah. Dengan kerja sama ini, Pemkab Konsel berharap hasil panen petani lokal tidak lagi hanya dijual di pasar domestik, melainkan langsung menembus pasar internasional dengan harga yang lebih kompetitif.
Apa Langkah Selanjutnya?
Nota kesepahaman yang ditandatangani di Surabaya itu menjadi landasan awal bagi teknis kerja sama ke depan. Pemkab Konsel dan PT Surya Aviesta akan menyusun skema penyerapan hasil panen, standar kualitas yang harus dipenuhi petani, serta mekanisme pendampingan teknis. Kunjungan studi ke fasilitas perusahaan eksportir itu juga menjadi bagian dari proses transfer pengetahuan agar petani di Konsel bisa memproduksi sarang burung walet sesuai standar ekspor.