Pencarian

Tidur Siang 20 Menit Jadi Solusi Atasi Rasa Lelah di Siang Hari, Dokter Pun Setuju

Jumat, 12 Juni 2026 • 23:16:01 WIB
Tidur Siang 20 Menit Jadi Solusi Atasi Rasa Lelah di Siang Hari, Dokter Pun Setuju
Tidur siang 20 menit pada pukul 14.00 efektif mengurangi rasa lelah di siang hari.

Angka ini bukan sekadar perkiraan. Survei pada 2025 menemukan bahwa 72% orang dewasa berjuang melawan rasa kantuk di siang hari, kondisi yang lazim disebut daytime sleepiness. Dari tekanan pekerjaan hingga gangguan tidur di malam hari, penyebabnya beragam. Namun, solusi yang ditawarkan justru sederhana: tidur siang selama 20 menit tepat pukul 14.00.

Riset Menunjukkan 72% Orang Dewasa Alami Kantuk Berlebihan

Angka 72% bukanlah angka kecil. Ini berarti hampir tiga perempat populasi dewasa merasakan dampak langsung dari kurangnya energi di siang bolong—mulai dari menurunnya fokus kerja hingga risiko kecelakaan karena mengantuk saat berkendara. Di Indonesia, fenomena ini akrab dengan istilah "ngantuk setelah makan siang" yang kerap dianggap wajar, padahal bisa menjadi sinyal gangguan tidur yang lebih serius.

Dr. Shelby Harris, pakar tidur dari BetterSleep, menjelaskan bahwa banyak orang mengalami tidur malam yang "ringan dan terfragmentasi." Akibatnya, meski sudah tidur delapan jam, tubuh tetap merasa lelah karena tidak mendapatkan fase tidur dalam (deep sleep) yang cukup untuk pemulihan energi. "Sangat mungkin seseorang tidur semalaman penuh namun tetap merasa kelelahan, karena kualitas dan konsistensi tidur sama pentingnya dengan durasi," ujarnya.

Alarm 20 Menit: Kunci Agar Tidur Siang Tak Rusak Tidur Malam

Teknik yang dipraktikkan oleh seorang pria—yang kisahnya menjadi dasar laporan ini—sederhana: setiap pukul 14.00, ia menyetel alarm selama 20 menit, tidur siang, dan segera bangun begitu alarm berbunyi. Tidak ada tunda, tidak ada snooze. Langsung beraktivitas kembali.

Dr. Harris menegaskan, tidur siang yang ideal tidak boleh lebih dari 20 menit. "Tidur siang pendek, sekitar 20 menit, dapat meningkatkan fokus dan energi, terutama jika Anda mengalami kekurangan tidur jangka pendek," katanya. Lebih dari itu, risiko masuk ke fase tidur dalam (slow-wave sleep) justru akan membuat Anda terbangun dengan sleep inertia—kondisi pusing dan linglung yang bisa bertahan hingga satu jam.

Mengapa Tidur Siang Justru Bisa Membuat Insomnia Makin Parah?

Paradoksnya, tidur siang yang terlalu lama atau terlalu sore justru bisa menjadi bumerang. Tubuh memproduksi adenosin, senyawa kimia yang menumpuk sepanjang hari dan menimbulkan rasa kantuk alami menjelang malam. Tidur siang membersihkan sebagian adenosin ini, mengurangi "tekanan tidur" (sleep pressure), dan membuat Anda sulit terlelap di malam hari.

"Tidur siang bisa membantu saat itu juga, tapi itu bukan pengganti tidur malam yang konsisten dan restoratif," tegas Dr. Harris. Ia memperingatkan bahwa jika Anda merasa perlu tidur siang setiap hari hanya untuk bertahan, itu pertanda ada masalah pada kualitas tidur malam Anda. Dalam kasus seperti ini, konsultasi dengan dokter spesialis tidur sangat dianjurkan untuk menyingkirkan kemungkinan gangguan tidur yang lebih serius, seperti sleep apnea atau insomnia kronis.

Panduan Tepat: Jam 2 Siang, 20 Menit, Lalu Bangun

Agar tidur siang memberikan manfaat optimal tanpa efek samping, Dr. Harris memberikan tiga aturan emas: pertama, batasi durasi maksimal 20 menit; kedua, lakukan sebelum pukul 15.00—idealnya pukul 14.00—agar tidak mengganggu ritme sirkadian; ketiga, pasang alarm dan disiplin bangun tepat waktu.

Bagi pekerja kantoran di Indonesia yang mungkin tidak memiliki akses ke ruang tidur, solusi alternatif bisa berupa power nap di kursi dengan posisi setengah duduk, atau menggunakan masker mata dan noise-cancelling earphones untuk meniru suasana gelap dan tenang. Yang terpenting, jangan jadikan tidur siang sebagai kruk harian. Jika rasa kantuk terus-menerus mengganggu, mungkin sudah waktunya memeriksakan pola tidur Anda ke dokter.

Bagikan
Sumber: tomsguide.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks