KENDARI — Sebanyak 11 warga miskin di Sulawesi Tenggara kini mengikuti pelatihan keterampilan lewat program "Laika Meambo" yang digagas Dinas Sosial (Dinsos) setempat. Mereka berasal dari keluarga dengan kategori Desil 1 hingga 5, kelompok paling bawah dalam data kemiskinan daerah.
Modal Kerja, Bukan Sekadar Bantuan
Kepala Dinsos Sultra Parinringi menegaskan program ini dirancang untuk memutus rantai kemiskinan jangka panjang. "Tujuannya bukan sekadar memberikan bantuan sesaat, melainkan membekali masyarakat agar memiliki kemampuan dan kepercayaan diri untuk mengubah nasib sendiri," ujarnya di Kendari, Senin.
Pelatihan mencakup tiga bidang utama: menjahit, pengelasan, dan pengoperasian komputer. Materi ini dipilih karena relevan dengan kebutuhan pasar kerja lokal maupun peluang usaha mandiri.
Kolaborasi Tiga Instansi
Workshop ini merupakan hasil kerja sama lintas sektor. Dinsos Sultra menggandeng Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Sultra serta Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kendari. Kolaborasi ini, menurut Parinringi, menjadi jawaban atas tantangan penanggulangan kemiskinan yang membutuhkan pendekatan berkelanjutan.
Target: SDM Siap Kerja dan Bermental Wirausaha
Peserta tidak hanya dibekali keterampilan teknis. Parinringi menekankan pentingnya mental baja untuk bersaing di dunia kerja atau memulai usaha. "‘Laika Meambo’ harus menjadi rumah perubahan, tempat di mana keluarga miskin dapat naik taraf hidup dan keluar dari lingkaran kemiskinan," kata dia.
Program ini menjadi bagian dari strategi Pemerintah Provinsi Sultra mendukung visi Gubernur untuk mewujudkan daerah yang maju, aman, sejahtera, dan religius. Peningkatan kapasitas diri diharapkan mendongkrak pendapatan keluarga peserta dalam jangka panjang.
Setelah Pelatihan, Siap Kerja atau Buka Usaha
Setelah masa pelatihan berakhir, seluruh peserta diharapkan sudah siap mengimplementasikan ilmu yang didapat. Baik untuk mengisi lowongan pekerjaan yang tersedia maupun membuka usaha kecil yang bisa menopang kebutuhan hidup sehari-hari.