Pencarian

BPBD Sulteng Catat 42 Gempa Susulan, Akses Jalan di Napu Terputus Akibat Longsor

Selasa, 16 Juni 2026 • 15:29:01 WIB
BPBD Sulteng Catat 42 Gempa Susulan, Akses Jalan di Napu Terputus Akibat Longsor
BPBD Sulteng mencatat 42 gempa susulan dengan magnitudo bervariasi hingga pukul 13.38 WITA.

SULAWESI TENGGARA — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah hingga pukul 13.38 WITA mencatat puluhan gempa susulan dengan magnitudo bervariasi. Kepala BPBD Sulawesi Tengah, Asbudianto, merinci dari total 42 kali gempa susulan, satu kali berkekuatan magnitudo sekitar 5, sepuluh kali magnitudo sekitar 4, dan 31 kali magnitudo sekitar 3. Empat gempa susulan lainnya tercatat memiliki magnitudo sekitar 2.

Episenter di Darat, Kerusakan Bangunan Tersebar di Empat Daerah

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa utama berada di darat pada kedalaman 10 kilometer. Getarannya dirasakan hingga Kota Palu, Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, dan Kabupaten Poso.

Asbudianto mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan dampak di sejumlah daerah. Di Kota Palu, gempa menyebabkan keretakan pada Jembatan III Palu dan kerusakan pada beberapa bangunan. Sementara itu, di Kabupaten Parigi Moutong dan Poso juga tercatat sejumlah bangunan rusak.

Longsor di Gunung Kamorara Putuskan Saluran Air dan Jalan Napu

Dampak paling signifikan terjadi di Kabupaten Sigi. Longsor dilaporkan terjadi di kawasan Gunung Kamorara, mengakibatkan saluran air terputus. Akses jalan di wilayah Napu juga mengalami kerusakan akibat guncangan, menghambat mobilitas warga.

“Di Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten Poso juga terdapat sejumlah bangunan yang mengalami kerusakan,” kata Asbudianto dalam keterangannya, Selasa. Ia menambahkan bahwa saat ini seluruh BPBD setempat masih melakukan pendataan untuk memastikan total kerusakan dan dampak yang ditimbulkan.

BMKG Imbau Warga Waspada Gempa Susulan Berkekuatan Lebih Kecil

“Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya sejumlah kejadian gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo yang bervariasi di sekitar titik gempa utama,” ujar Asbudianto. Meski kekuatan gempa susulan cenderung mengecil, BMKG mengingatkan warga di wilayah terdampak untuk tetap waspada terhadap potensi kerusakan pada bangunan yang sudah retak akibat gempa utama.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks