SULAWESI TENGGARA — Apple terus menggenjot kemampuan Apple Intelligence di ekosistemnya. Dalam versi beta iOS 27 yang dijadwalkan rilis publik pada musim gugur 2026, Safari menjadi salah satu aplikasi yang paling banyak mendapat perhatian. Bukan sekadar tambalan kecil, browser ini dibekali fitur-fitur yang mengubah cara kita berinteraksi dengan halaman web.
Salah satu fitur yang paling terasa langsung gunanya adalah pengelompokan tab otomatis. Saat kamu membuka banyak halaman untuk riset—misalnya mencari sofa baru sambil merencanakan liburan akhir pekan—Safari akan secara cerdas mengelompokkan tab-tab tersebut berdasarkan topiknya. Fitur ini bisa diaktifkan lewat menu ikon tiga garis di pojok kanan atas layar saat berada di tampilan tab, lalu pilih "Automatically Create Topics".
Fitur ini juga memudahkan navigasi. Kamu bisa melihat semua grup yang telah dibuat dan menyaringnya berdasarkan topik. Selain itu, ada bagian baru bernama "Resume Browsing" di halaman awal (Start Page) yang memungkinkan kamu melanjutkan browsing dari topik yang baru saja ditutup atau yang sedang terbuka di perangkat lain. Bahkan, halaman yang disimpan di Bookmark dan Reading List juga bisa dikelompokkan secara otomatis.
Fitur paling menarik mungkin adalah "Create an Extension". Lewat opsi ini, pengguna bisa membuat ekstensi Safari khusus hanya dengan mengetikkan perintah dalam bahasa sehari-hari. Aksesnya ada di pengaturan Safari, tepatnya di sebelah kiri bilah URL.
Apple sudah menyediakan beberapa saran yang bisa langsung dipilih, mulai dari yang produktif hingga yang nyeleneh. Beberapa contohnya antara lain: membuat kutipan dari halaman web ke clipboard, membuat timer fokus 3 menit, mengubah teks halaman menjadi "bajak laut", menata situs dengan gaya bold ala tahun 90-an, atau bahkan menggambar bunga berbeda setiap kali membuka tab baru. Bagi pengembang, ada juga opsi untuk masuk ke mode desain sebuah situs agar bisa mengedit kontennya langsung.
Safari juga kedatangan fitur "Notify Me". Fitur ini berguna untuk memantau perubahan pada suatu halaman web. Kamu bisa menyuruh Safari untuk memberitahu saat tiket konser mulai dijual atau saat stok barang yang incaran sudah tersedia lagi. Caranya, buka situs yang diinginkan, ketuk ikon pengaturan di kiri bilah URL, lalu pilih "Notify Me". Kamu bisa menentukan kata kunci yang ingin dipantau serta frekuensi pengecekan, maksimal sekali sehari.
Soal keamanan, aplikasi Passwords yang terintegrasi kini bisa memanfaatkan Safari untuk mengganti password lemah atau yang sudah bocor secara otomatis. Cukup dengan satu sentuhan, sistem akan menggunakan Apple Intelligence untuk menavigasi ke situs yang sesuai, masuk, dan memperbarui kata sandi menjadi lebih kuat.
Apple juga menambahkan kontrol orang tua baru bernama "Ask to Browse". Fitur ini mewajibkan anak untuk meminta persetujuan orang tua sebelum bisa mengunjungi situs web baru.
Selain fitur baru, Apple mengklaim ada peningkatan efisiensi daya pada Safari di iOS 27. Browser ini diklaim lebih hemat baterai. Web apps dan konten halaman awal juga disebut lebih cepat dimuat, pemrosesan JavaScript lebih kencang, serta animasi dan grafis yang lebih mulus.
Semua fitur canggih berbasis AI di atas, termasuk pengelompokan tab otomatis dan pembuatan ekstensi, membutuhkan chipset dengan dukungan Apple Intelligence. Artinya, fitur ini hanya tersedia untuk iPhone 15 Pro dan model yang lebih baru. iOS 27 saat ini masih dalam tahap beta dan akan dirilis secara resmi pada musim gugur 2026, bertepatan dengan peluncuran jajaran iPhone terbaru.