Puan Maharani Kenakan Tenun NTT di HUT ke-81 RI, Serukan Keadilan dan Kebijakan yang Melindungi Rakyat

Penulis: Sutomo  •  Senin, 17 Agustus 2026 | 13:43:01 WIB
Puan Maharani mengenakan kebaya modern putih, kain merah, dan selendang tenun NTT saat mengikuti peringatan HUT ke-81 RI di Sulawesi Tenggara.

SULAWESI TENGGARA — Presiden Prabowo Subianto bertindak sebagai inspektur upacara dalam peringatan yang mengusung tema "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur" itu. Puan tampil mengenakan kebaya modern putih, kain merah, dan selendang tenun NTT bernuansa hitam.

"Ini selendang NTT," kata Puan sebelum upacara dimulai.

Duka NTT dan Simbol Solidaritas di Tengah Perayaan

Pilihan Puan mengenakan tenun NTT bukan sekadar gaya busana. Ia mengajak seluruh masyarakat memperingati kemerdekaan dengan khidmat dan sederhana karena Indonesia tengah dilanda keprihatinan akibat bencana alam.

"Di peringatan Hari Kemerdekaan kali ini, bangsa Indonesia sedang berada dalam suasana keprihatinan atas bencana gempa bumi yang baru saja terjadi di NTT," tuturnya.

Puan turut mendoakan para korban dan berharap proses pemulihan di wilayah terdampak dapat berjalan secepatnya. Melalui simbol tenun yang dikenakannya, ia ingin menunjukkan bahwa duka daerah adalah duka bersama yang harus dirasakan oleh seluruh elemen bangsa.

Persatuan dan Keadilan Sebagai Pilar Utama Kebangsaan

Di hadapan para penyelenggara negara, Puan menekankan bahwa peringatan 81 tahun kemerdekaan harus menjadi tonggak evaluasi bagi seluruh pemangku kebijakan. Ia mengingatkan bahwa tanggung jawab menjaga persatuan tidak hanya berada di pundak pemerintah, melainkan seluruh masyarakat Indonesia.

"81 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia adalah tonggak untuk terus memperkuat persatuan, menjaga kedaulatan bangsa, menegakkan keadilan, dan menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia," kata Puan.

Politisi PDI Perjuangan itu menegaskan bahwa penyelenggara negara memiliki tanggung jawab moral untuk menerjemahkan tema HUT ke-81 RI ke dalam kebijakan yang berdampak nyata. Menurutnya, pembangunan tidak boleh timpang dan harus memberi manfaat secara adil bagi semua lapisan masyarakat.

"Maka sekali lagi, kebijakan-kebijakan negara harus dapat melindungi, menyejahterakan, dan mencerdaskan rakyat," ujarnya.

Gotong Royong Sebagai Kunci Pembangunan yang Berkeadilan

Puan menilai semangat gotong royong menjadi modal utama dalam mempercepat pembangunan nasional. Ketika seluruh anak bangsa mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan golongan, ia meyakini pembangunan akan berjalan lebih efektif.

"Ketika seluruh anak bangsa menjunjung tinggi semangat gotong royong, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan golongan, maka pembangunan tidak hanya berjalan lebih efektif, akan tetapi juga mampu menghadirkan manfaat yang besar dan adil bagi seluruh rakyat Indonesia," ucapnya.

Di tengah keberagaman yang ada, Puan meminta agar kerukunan tetap dijaga. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus melangkah bersama menuju Indonesia yang semakin maju dan bermartabat.

"Dengan semangat bergotong royong, kita terus melangkah menuju Indonesia yang semakin maju, kuat, dan bermartabat," pungkasnya.

Reporter: Sutomo
Sumber: voi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top