KOLAKA — Kemarau panjang yang melanda Sulawesi Tenggara membuat aktivitas kendaraan tambang di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, memicu kepulan debu tebal hingga mencapai pemukiman warga. Menanggapi hal itu, PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) memerintahkan jajarannya untuk memperketat penyiraman jalan secara rutin.
Perintah ini disampaikan langsung oleh pimpinan perusahaan kepada Kepala Teknik Tambang (KTT) dan berlaku untuk semua mitra kerja serta kontraktor yang beroperasi di area tersebut.
Kepulan debu yang ditimbulkan truk pengangkut material saat melintas dilaporkan terbawa angin dan menyebar ke sejumlah permukiman di sekitar jalur operasional tambang. Kondisi ini dikeluhkan warga karena mengganggu aktivitas sehari-hari dan berisiko bagi kesehatan.
Dalam rilis resminya, Minggu (23/8/2026), manajemen PT Ceria menyatakan instruksi peningkatan penyiraman ini merupakan respons cepat atas persoalan tersebut.
“Manajemen sudah meminta seluruh kontraktor dan mitra kerja meningkatkan intensitas penyiraman, khususnya pada jalur operasional yang menjadi lintasan kendaraan tambang,” bunyi rilis PT Ceria yang diterima media ini.
PT CNI menegaskan bahwa pengendalian debu di area pertambangan bukan sekadar kepatuhan operasional, melainkan bagian dari komitmen menjaga kesehatan dan keselamatan pekerja. Perusahaan juga menilai langkah ini penting untuk mempertahankan hubungan baik dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Dengan kondisi cuaca yang masih kering, perusahaan berjanji terus mendorong langkah pengendalian dampak lingkungan agar aktivitas pertambangan tetap berjalan aman dan bertanggung jawab.
Pengelolaan debu yang efektif ini menjadi bagian dari upaya PT CNI mewujudkan kegiatan pertambangan yang ramah lingkungan serta berkelanjutan di Sulawesi Tenggara.