KONAWE — Hiruk-pikuk pertandingan olahraga dan seni di Porseni Tongauna Utara tak menyita perhatian penuh Bupati Konawe H. Yusran Akbar. Di sela agenda resminya, ia justru menyusuri lapak demi lapak pedagang UMKM untuk berdialog langsung dengan para pelaku usaha.
Orang nomor satu di Konawe itu berhenti di setiap stan, memerhatikan ragam produk lokal mulai dari kerajinan tangan hingga kuliner khas daerah. Ia tak sekadar melintas, pertanyaan soal omzet dan tantangan usaha menjadi pembuka percakapan yang hangat dengan para pedagang.
Momen paling menarik terjadi saat Bupati Yusran Akbar berhenti di sebuah stan kuliner yang ramai pengunjung. "Bagaimana omzet hari ini, Bu? Apakah dengan adanya Porseni penjualan ikut meningkat?" tanyanya sambil tersenyum.
Sang pemilik stan, Ibu Siti (56), menjawab dengan riang, "Alhamdulillah, Pak Bupati, biasanya sepi, sekarang laris manis. Ini sangat membantu dagangan saya." Tanpa ragu, Bupati Yusran Akbar langsung memborong puluhan tahu isi dan kripik yang dijajakan.
Setelah dari stan kuliner, Bupati menghampiri stan mainan anak-anak. Ia memperagakan beberapa alat permainan edukatif yang kemudian dibagikan kepada bocah-bocah yang hadir di lokasi. "Ini bentuk dukungan nyata kita kepada UMKM. Mari beli produk sendiri," ujarnya seraya tersenyum.
Bupati Yusran Akbar menegaskan bahwa Porseni tak hanya dirancang sebagai ajang kompetisi fisik. Perhelatan ini juga menjadi momentum strategis untuk menggerakkan roda perekonomian desa dengan menggabungkan agenda hiburan dan pameran UMKM dalam satu waktu.
Pemerintah Kabupaten Konawe berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang bagi UMKM dalam setiap even besar daerah. Langkah ini sejalan dengan visi Konawe Bersahaja yang mengedepankan kemandirian ekonomi dan penguatan produk unggulan lokal.
Bupati berharap semangat kemerdekaan ke-81 RI tak hanya dirayakan dengan kompetisi fisik, tetapi juga diwujudkan dalam aksi nyata membeli produk dalam negeri. Dengan begitu, gelaran Porseni tidak hanya melahirkan juara di lapangan, tetapi juga kesejahteraan nyata bagi masyarakat di sektor riil.