Miss Thailand Boom Panadda Cerai, Suami Selingkuh dengan Anak PRT

Penulis: Fajar  •  Senin, 02 November 2026 | 09:19:31 WIB
Miss Thailand 2000 Boom Panadda mengumumkan perceraiannya dari God Atip dalam konferensi pers yang berlangsung emosional.

SULAWESI TENGGARA — Miss Thailand 2000 Boom Panadda resmi bercerai dari God Atip setelah suaminya berselingkuh dengan anak pembantu rumah tangga berusia 17 tahun. Konferensi pers penuh air mata itu mengungkap perselingkuhan sejak 2024, dugaan pengambilan uang Rp 3,7 miliar dari brankas, hingga ancaman pemerasan. Kisah Boom jadi pengingat keras soal batas aman di rumah sendiri.

Boom Panadda mengumumkan perceraiannya dalam konferensi pers yang berlangsung emosional. Ia tak kuasa menahan tangis saat menyebut nama God Atip, pengusaha real estat dan binaragawan yang sebelumnya dikenal sebagai miliuner.

Rumah tangga mereka mulai retak sejak 2024. Surat kabar Thailand Naewna melaporkan penyebabnya: God menjalin hubungan dengan putri seorang PRT di rumah mereka.

Siapa Boom Panadda dan God Atip

Boom bukan nama kecil di dunia hiburan Thailand. Ia Miss Thailand 2000, lalu berkarier sebagai aktris, presenter, penyanyi, dan pendiri sebuah badan amal.

God Atip dikenal sebagai pengusaha properti sekaligus binaragawan. Di mata publik, pasangan ini sempat tampil sebagai keluarga utuh bersama dua putra mereka, Alex dan Arthur.

Perselingkuhan dengan Anak PRT Berusia 17 Tahun

God diduga menjalin hubungan dengan gadis berusia 17 tahun, anak dari pembantu rumah tangga mereka. Menurut laporan, ia bahkan menanggung kebutuhan finansial remaja tersebut.

Selama ini Boom dan God hidup terpisah, tetapi tetap menampilkan citra keluarga bahagia di depan publik. Boom baru mengetahui perselingkuhan itu belakangan.

Ancaman Rekaman hingga Uang Rp 3,7 Miliar Raib

Wanita yang berselingkuh dengan God disebut diam-diam merekam pertengkaran Boom dan suaminya. Rekaman itu lalu dipakai untuk mengancam menyebarkan konten tersebut secara daring.

Tujuannya memfitnah Boom seolah-olah dialah yang berselingkuh. Dalam konferensi pers, Boom juga menuduh God mengambil uang 7 juta baht atau sekitar Rp 3,7 miliar dari brankas mereka.

Beberapa bulan terakhir, sejumlah kreditur menghubungi God. Ada pula yang meminta uang kepada Boom. God yang dulu dikenal kaya diduga menyelinap ke rumah dan mencoba membuka brankas.

Alasan Boom Membesarkan Anak Sendiri

Boom memilih mengasuh Alex dan Arthur seorang diri. Alasannya tegas: ia tidak ingin kedua putranya tumbuh di lingkungan yang dikelilingi penagih utang dan konflik keuangan.

Ia juga baru mengetahui mantan suaminya mendirikan bisnis rahasia. Keputusan Boom menutup pintu rekonsiliasi tampaknya sudah bulat.

Pelajaran soal Batas Aman di Rumah

Kasus Boom memperlihatkan satu hal yang sering diabaikan: orang dalam rumah bisa jadi sumber risiko terbesar. Anak PRT berusia 17 tahun seharusnya masih dalam pengawasan orang dewasa.

Bagi ibu yang mempekerjakan bantuan rumah tangga, ada baiknya menyepakati aturan jelas soal batas interaksi anggota keluarga. Termasuk soal akses ke ruang pribadi dan barang berharga.

Brankas, dokumen penting, dan keuangan rumah sebaiknya dipegang satu pihak dengan pencatatan rapi. Bila ada perubahan perilaku mencurigakan, jangan ditunda untuk dibicarakan terbuka.

Kapan Perlu Mencari Bantuan Profesional

Konflik rumah tangga yang melibatkan ancaman, pemerasan, atau kekerasan finansial bukan urusan yang bisa diselesaikan sendirian. Cari pendampingan hukum sejak awal.

Bila ada anak di bawah umur yang terlibat, pertimbangkan melapor ke otoritas perlindungan anak setempat. Keselamatan anak dan penghuni rumah lain harus jadi prioritas pertama.

Dukungan psikolog juga penting, terutama bila ibu harus menjelaskan perceraian kepada anak-anak. Konselor keluarga bisa membantu menyusun cara bicara yang sesuai usia anak.

Kisah Boom Panadda menunjukkan bahwa citra bahagia di media sosial tak selalu mencerminkan isi rumah. Yang bisa dikendalikan seorang ibu adalah kejelasan aturan, keterbukaan soal keuangan, dan keberanian mengambil keputusan saat rumah tak lagi aman.

Reporter: Fajar
Sumber: wolipop.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top