KENDARI — Kunjungan Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka ke SMAN 1, SMAN 4, dan SMAN 6 Kendari menyasar tiga agenda sekaligus: pengembangan kelas unggulan, perluasan akses beasiswa, dan pembenahan lingkungan sekolah. Rombongan didampingi Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sultra, Kepala Biro Administrasi Pimpinan, serta Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Sultra.
Di SMAN 1 Kendari, siswa menyambut Gubernur dengan tarian tradisional dan pengalungan bunga. Dialog dengan siswa kelas XII berlangsung soal cita-cita dan rencana kuliah di dalam maupun luar negeri.
SMAN 1 Kendari saat ini memiliki dua kelas unggulan. Gubernur berharap jumlahnya bertambah menjadi empat kelas pada 2027. SMAN 4 Kendari juga telah membentuk dua kelas unggulan, yakni kelas X A dan X B, dengan masing-masing 25 siswa, dan ditargetkan bertambah menjadi empat pada tahun yang sama.
Untuk mendukung pembelajaran, pemerintah provinsi berencana menyediakan pendingin ruangan, komputer, bangku, dan loker. Guru yang akan mengajar di kelas unggulan diseleksi sesuai kompetensi yang dibutuhkan.
Bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri, Gubernur menekankan pentingnya menguasai bahasa asing, terutama bahasa Inggris, serta memahami budaya negara tujuan. Ia mendorong siswa berani bercita-cita tinggi dan mempersiapkan diri sejak dini.
Pemerintah provinsi berencana memperluas kesempatan beasiswa bagi putra-putri Sultra hingga jenjang lebih tinggi, termasuk di luar negeri. Generasi muda diharapkan memperoleh pengetahuan dan pengalaman lebih luas, lalu kembali membangun Sulawesi Tenggara.
Kemampuan akademik dan penguasaan bahasa Inggris disebut menjadi bekal untuk mengikuti seleksi pendidikan unggulan, termasuk Sekolah Garuda.
Di SMAN 1 Kendari, Gubernur mengevaluasi empat aspek yang sebelumnya diminta diperhatikan kepala sekolah: kebersihan, kerapian, keindahan, dan kesehatan. Kebersihan sekolah dinilai mulai membaik, tetapi area parkir dan halaman masih perlu ditata.
Lingkungan belajar yang tertata, sehat, dan nyaman disebut sebagai bagian dari pengembangan sekolah unggulan. Pemerintah provinsi akan mengkaji kebutuhan sekolah secara bertahap, mulai dari pembangunan fisik dan penyediaan sarana belajar hingga kebutuhan tenaga pendidik.
Di sela kunjungan, Gubernur memperhatikan kondisi sepatu seorang siswa yang sudah rusak saat bersalaman. Ia kemudian memberikan sejumlah uang kepada siswa tersebut.
Kunjungan berakhir di SMAN 6 Kendari. Gubernur meninjau hasil program revitalisasi yang didanai Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), meliputi rehabilitasi enam ruang kelas dan 11 toilet serta pembangunan satu ruang kelas baru.
Gubernur mengapresiasi dukungan Kemendikdasmen dan meminta pihak sekolah merawat fasilitas tersebut. Ia juga meminta sekolah memperhatikan kebersihan, kerapian, keindahan, dan kesehatan lingkungan, termasuk membenahi ruang kelas yang panas, area sekolah yang kurang tertata, dan kondisi sanitasi.
Pihak sekolah diingatkan memperhatikan interaksi antarsiswa dan mencegah perundungan. Dalam percakapan dengan siswa, Gubernur menanyakan cita-cita mereka, termasuk seorang siswa yang ingin menjadi anggota TNI.