Pencarian

Wahana Keranjang Sultan Situ Gunung Macet dan Bertabrakan, Pengelola Buka Suara soal Evaluasi

Kamis, 18 Juni 2026 • 13:11:31 WIB
Wahana Keranjang Sultan Situ Gunung Macet dan Bertabrakan, Pengelola Buka Suara soal Evaluasi
Insiden tabrakan keranjang gantung di Situ Gunung Sukabumi terjadi tanpa korban luka.

SULAWESI TENGGARA — Sebuah video yang merekam insiden tabrakan antar-keranjang di wahana gantung Keranjang Langit, kawasan Situ Gunung Suspension Bridge, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, viral di media sosial. Dalam rekaman berdurasi lebih dari satu menit, tampak satu keranjang berhenti di tengah lintasan sebelum dihantam keranjang lain dari arah belakang. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (14/6/2026), namun baru dikonfirmasi pengelola pada Rabu (17/6/2026).

Penyebab Tabrakan: Potensio yang Tak Boleh Disentuh

Manager Operasional Suspension Bridge Situ Gunung, Usep Suherlan, mengklarifikasi bahwa insiden itu tidak menyebabkan korban luka. “Hasil dari kejadian kemarin, wisatawan yang tertabrak dengan kereta berikutnya itu baik-baik saja, tidak mengalami sesuatu apa pun. Hanya ketika ditanya, ya mungkin sedikit takut,” ujarnya.

Menurut Usep, tabrakan dipicu oleh seorang pengunjung yang memutar alat pengatur kecepatan—dikenal sebagai potensio—di dalam keranjang. Alat itu seharusnya hanya dioperasikan petugas. “Kami tidak menginformasikan bahwa potensio tersebut harus dipegang atau dimainkan, itu hanya kami yang tahu. Makanya sekarang kami tidak menginformasikan itu ke pengunjung, tinggal duduk manis saja,” jelasnya.

Jarak Aman dan Sistem Penyelamatan Manual

Usep menjelaskan bahwa sistem operasional wahana sebenarnya dirancang dengan jarak aman antar-keranjang sejauh 150 hingga 200 meter. Namun, insiden terjadi saat keranjang pertama hanya berjarak 50 meter dari garis finis. “Keranjang pengunjung di belakangnya lebih dulu mendekat dan mendorongnya secara manual,” katanya.

Ia menambahkan, setiap keranjang dilengkapi tali pengaman (safety harness) berkapasitas beban hingga 300 kilogram. Selain itu, terdapat dua sling (tali baja) sebagai lapisan keamanan terakhir. “Pahitnya sampai terjatuh pun, keranjang tidak akan jatuh langsung ke bawah karena sudah kami siapkan seling kedua,” tegas Usep.

Evaluasi Pasca-Insiden dan Operasional Tetap Berjalan

Meskipun operasional wahana tetap berjalan normal dan pengunjung masih ramai, manajemen menyatakan akan menjadikan peristiwa ini sebagai bahan evaluasi menyeluruh. “Ini memang harus dievaluasi segala bentuk apapun. Hal kecil, hal besar, semua kita segera evaluasi untuk lebih baik lagi,” ujar Usep.

Salah satu langkah konkret yang diambil adalah mengubah prosedur informasi kepada pengunjung. Ke depan, pengelola tidak lagi memberi tahu keberadaan potensio di dalam keranjang untuk mencegah kesalahan serupa. Pengunjung yang merekam insiden, Abdul Rozak, mengaku sempat panik saat benturan terjadi di atas ketinggian, namun kondisi berhasil dikendalikan petugas di lokasi.

Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks