MUNA — Bupati Muna Bachrun Labuta menemui Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor di Jakarta untuk melobi anggaran pembangunan Balai Latihan Kerja. Proposal senilai Rp20 miliar dibawa langsung dalam pertemuan tersebut, Jumat (30/10/2026).
Bachrun menyebut usulan pembangunan BLK telah diterima langsung oleh Wamenaker. Menurutnya, fasilitas pelatihan vokasi itu dibutuhkan untuk mencetak tenaga kerja lokal yang kompeten dan berdaya saing.
Dua Lokasi Lahan Sudah Disiapkan Pemkab Muna
Pemkab Muna memastikan infrastruktur pendukung siap, termasuk penyediaan lahan. Bachrun menyebut ada dua alternatif lokasi yang representatif untuk pembangunan BLK.
Lokasi pertama berada di kawasan Balai Diklat, Jalan Gambas. Alternatif kedua adalah lahan milik Pemkab di Motewe, Kecamatan Lasalepa, yang posisinya tepat di depan rusun.
"Soal lokasi sudah sangat siap dan tidak ada masalah, semuanya kini bergantung pada kebijakan dari pihak Kemenaker," kata Bachrun.
BLK Dinilai Mendesak untuk Tekan Angka Pengangguran
Kehadiran BLK dinilai krusial bagi masyarakat Muna. Bachrun berharap Kemenaker merealisasikan usulan tersebut agar angkatan kerja lokal bisa masuk dunia kerja formal maupun merintis wirausaha mandiri.
"Keberadaan BLK ini sangat mendesak dan dibutuhkan untuk menekan angka pengangguran serta mengoptimalkan potensi angkatan kerja di Bumi Sowite," ujarnya.
Kunjungan ke Kemenaker merupakan bagian dari langkah Pemkab Muna menjemput bola ke pemerintah pusat. Setelah proposal diterima, realisasi pembangunan sepenuhnya menunggu keputusan Kementerian Ketenagakerjaan.