KONAWE — Yusran Akbar menyampaikan paparan tersebut dalam sambutannya di hadapan para wisudawan dan tamu undangan. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus berbanding lurus dengan perluasan kesempatan kerja dan kesejahteraan masyarakat. Angka kemiskinan yang turun 0,47 poin disebut sebagai hasil kerja bersama yang perlu dijaga dan ditingkatkan.
Visi Konawe Bersahaja Jadi Pijakan Pembangunan
Peningkatan pertumbuhan ekonomi dan penurunan kemiskinan disebut sebagai dua fokus utama pembangunan daerah. Keduanya dijalankan melalui visi Konawe Bersahaja, akronim dari Berdaya Saing, Sejahtera, Adil dan Berkelanjutan. Yusran menempatkan dua indikator itu sebagai ukuran keberhasilan kebijakan daerah, bukan sekadar angka statistik.
"Pertumbuhan tinggi perlu memperluas kesempatan kerja dan kesejahteraan. Capaian pembangunan merupakan hasil kerja bersama yang perlu dijaga dan ditingkatkan," ujar Yusran di hadapan civitas akademika dan para wisudawan.
Lulusan Diminta Masuk ke Pertanian, Industri, dan Sumber Daya Air
Di depan para lulusan, Yusran mendorong agar ilmu yang diperoleh dipakai menjawab persoalan masyarakat. Tiga sektor yang disebutnya paling membutuhkan kontribusi lulusan adalah pertanian, industri, dan pengelolaan sumber daya air. Ketiganya dinilai menjadi tulang punggung ekonomi Konawe ke depan.
"Kita membutuhkan lulusan yang mampu membaca persoalan, mengolah pengetahuan, dan menghasilkan penyelesaian yang dapat digunakan masyarakat," katanya.
Harapan serupa disampaikan kepada Unilaki sebagai lembaga pendidikan tinggi. Yusran meminta kampus terus melahirkan sumber daya manusia yang unggul secara akademik sekaligus memiliki integritas dan kepedulian sosial. Menurutnya, dua hal itu yang akan menentukan seberapa besar lulusan berkontribusi bagi pembangunan Kabupaten Konawe.
Wisuda Ke-XXXI Dihadiri Pejabat Pusat dan Daerah
Wisuda Sarjana ke-XXXI Unilaki di Gedung Wekoila, Unaaha, turut dihadiri Kepala Biro Umum Kementerian Dalam Negeri Asmawa Tosepu. Hadir pula perwakilan Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultan Batara Dr. Syahruddin, Ketua DPRD Konawe I Made Asmaya, serta Ketua Yayasan Universitas Lakidende. Kehadiran sejumlah pejabat itu menandai perhatian pemerintah pusat dan daerah terhadap pengembangan perguruan tinggi di Sulawesi Tenggara.
Bagi Pemkab Konawe, angka 12,28 persen menempatkan daerah ini di antara wilayah dengan laju ekonomi paling cepat di Sulawesi Tenggara. Penurunan kemiskinan menjadi pekerjaan rumah berikutnya, mengingat 12,78 persen penduduk masih berada di bawah garis kemiskinan. Yusran tidak merinci program lanjutan yang akan dijalankan untuk menekan angka itu lebih jauh.