JAKARTA — Pesta sepuluh gol di Stadion Miami, Florida, pada Minggu (19/7) dini hari WIB, memastikan Inggris pulang dengan medali perunggu Piala Dunia 2026. Ini pertama kalinya skuad asuhan Thomas Tuchel menempati posisi ketiga, setelah dua kali kandas di partai serupa pada 1990 dan 2018.
Bintang Arsenal, Bukayo Saka, menjadi aktor utama dengan mencetak hattrick, termasuk satu gol penalti yang sebelumnya hendak dieksekusi Jude Bellingham. Saka menjadi pemain keempat yang mencetak tiga gol dalam satu pertandingan di Piala Dunia edisi ini, setelah Lionel Messi, Jonathan David, dan Ousmane Dembele.
Bagi Saka, hattrick ini terasa spesial karena menyembuhkan luka kegagalan penalti di final Euro 2020 melawan Italia. Sementara itu, Bellingham mencatatkan namanya sebagai pemain Inggris pertama yang mengoleksi tujuh gol dalam satu turnamen Piala Dunia.
Dua gol lainnya disumbangkan Declan Rice dan Ezri Konsa. Inggris sempat unggul 4-0 sebelum Prancis bangkit dan memperkecil ketertinggalan.
Di kubu Prancis, kekalahan ini tak terlalu menyakitkan. Kylian Mbappe kini memimpin perburuan Sepatu Emas dengan 10 gol, unggul dua gol dari Lionel Messi yang akan bermain di final melawan Spanyol, Senin (20/7) dini hari WIB.
Jika berhasil mempertahankan rekor itu, Mbappe akan menjadi pesepak bola putra pertama sejak Gerd Muller pada 1970 yang mencetak dua digit gol dalam satu Piala Dunia. Total golnya sepanjang tiga edisi Piala Dunia kini mencapai 22 gol, menjadikannya pencetak gol terbanyak sementara sepanjang masa.
Pelatih Didier Deschamps tetap bisa tersenyum setelah playmaker Bayern Muenchen, Michael Olise, memecahkan rekor assist dalam satu edisi Piala Dunia. Olise mengirimkan dua assist untuk gol Mbappe melawan Inggris, membuat total asisnya menjadi tujuh—melebihi rekor enam assist yang dipegang legenda Brasil, Pele, sejak Piala Dunia 1970.
Deschamps, yang akan menutup masa kepelatihannya di turnamen ini, mengaku senang bisa menyaksikan Mbappe dan Olise mencatatkan rekor meski gagal membawa pulang medali.
Bagi pelatih Inggris Thomas Tuchel, kemenangan ini meredakan tekanan setelah ia dikritik habis-habisan usai kekalahan dramatis 1-2 dari Argentina di semifinal. Tuchel memainkan tujuh pemain lapis kedua dalam laga ini, termasuk kiper Dean Henderson, untuk memberikan menit bermain bagi skuad pelapis.
Tuchel mengisyaratkan ingin melanjutkan tugasnya hingga Euro 2028 yang akan digelar di Britania Raya dan Republik Irlandia. Dengan finis ketiga di Piala Dunia, ia menjadi pelatih pertama yang membawa Inggris ke posisi itu dalam sejarah turnamen.