SULAWESI TENGGARA — Huawei MatePad Air resmi mendarat di Indonesia dengan layar OLED PaperMatte generasi terbaru yang diklaim mengurangi pantulan cahaya hingga 20 persen dibandingkan seri pendahulunya. Tablet ini menyasar pengguna yang sering bekerja di luar ruangan, mulai dari kafe hingga area terbuka di bawah sinar matahari. Teknologi anyar ini juga menghadirkan pengalaman menulis dan menggambar layaknya di atas kertas.
Huawei MatePad Air hadir di pasar Indonesia dengan mengusung layar OLED berteknologi PaperMatte terbaru. Tablet ini dirancang untuk tetap nyaman digunakan meski berada di bawah paparan sinar matahari langsung, sebuah masalah klasik yang sering dikeluhkan pengguna tablet saat beraktivitas di luar ruangan.
Teknologi Nanoscale Anti-Glare Generasi 2026
Senior Retail Manager Huawei Device Indonesia, Edy Supartono, menjelaskan bahwa perangkat ini menggunakan First Nanoscale Anti-glare with Etching Technology. Teknologi tersebut memakai anti-glare base yang lebih uniform dibandingkan generasi sebelumnya.
"Di 2026 ini kita menggunakan First Nanoscale Anti-glare with Etching Technology. Teknologi ini menggunakan anti-glare base yang lebih uniform," kata Edy dalam peluncuran Huawei MatePad Air di Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Menurut Edy, peningkatan kejernihan layar mencapai 20 persen dibandingkan seri pendahulu. Angka ini disebut mencakup aspek clear dan comfort untuk kenyamanan penglihatan pengguna.
"Itu yang membuat kejernihannya lebih baik dibandingkan dengan seri pendahulunya. Kalau kita lihat, clear dan comfort untuk penglihatannya itu meningkat hingga 20% dibandingkan dengan seri sebelumnya," imbuhnya.
Mengapa Layar Bebas Silau Penting untuk Mobilitas
Fungsi utama teknologi PaperMatte adalah anti-glare dan anti-reflection. Dua sifat ini mencegah munculnya pantulan cahaya atau efek silau yang biasanya mengganggu ketika tablet dipakai di luar ruangan, terutama saat matahari sedang terik.
Edy menyebut skenario kerja outdoor seperti piknik atau bekerja di kafe dengan pencahayaan terang dari berbagai sudut tetap nyaman menggunakan perangkat ini.
"Jadi mau kerjanya di outdoor misalnya, mau kerja sambil piknik, atau mungkin kerja di cafe yang biasanya pencahayaannya itu sangat terang dari berbagai sudut, itu tetap nyaman digunakan," jelas Edy.
Sensasi Menulis di Atas Kertas dengan M-Pencil Pro
Selain bebas silau, layar PaperMatte memberikan pengalaman menulis yang menyerupai kertas. Ketika dipadukan dengan stylus M-Pencil Pro, pengguna dapat menggambar dan menulis di layar MatePad Air dengan sensasi permukaan yang lebih natural.
Kombinasi ini menempatkan MatePad Air bukan hanya sebagai perangkat konsumsi konten, tetapi juga alat produktivitas untuk sketsa, catatan, hingga pekerjaan kreatif lainnya.
Spesifikasi Layar dan Rasio Layar-ke-Bodi
Huawei MatePad Air mengusung layar OLED PaperMatte berukuran 12 inch. Panel ini memiliki resolusi 2,8K dengan refresh rate 144Hz dan tingkat kecerahan hingga 1.200 nits.
Layar dikelilingi bezel tipis 4,6mm yang menghasilkan rasio layar-ke-bodi hingga 92%. Edy menyatakan layar sudah dioptimalkan untuk kenyamanan visual dan produktivitas yang lebih baik.
"Baik itu untuk bekerja, melihat entertainment, ataupun produktivitas dalam mengelola dokumen seperti Office, contohnya," ujar Edy.
Posisi MatePad Air di Pasar Tablet Indonesia
Kehadiran MatePad Air menambah pilihan tablet premium di segmen yang bersaing ketat. Fokus pada layar bebas silau dan pengalaman menulis menjadi pembeda dibandingkan tablet yang mengandalkan kecerahan tinggi saja.
Bagi pelaku bisnis digital dan pekerja mobile, kemampuan bekerja di berbagai kondisi pencahayaan tanpa terganggu pantulan layar menjadi nilai jual tersendiri. Huawei tampaknya ingin memosisikan MatePad Air sebagai perangkat hybrid antara tablet hiburan dan alat kerja kreatif.